Tenaga Kerja Tambah 201.000, Pertumbuhan Upah Tertinggi Sejak 2008

Jum'at, 07 September 2018 - 20:57 WIB
Tenaga Kerja Tambah...
Tenaga Kerja Tambah 201.000, Pertumbuhan Upah Tertinggi Sejak 2008
A A A
WASHINGTON - Perekonomian Amerika Serikat ditangan Donald Trump terus melaju. Melansir CNBC, Jumat (7/9/2018), data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika mengumumkan pertumbuhan tenaga kerja pada Agustus 2018 mencapai 201.000 orang, melampaui perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 191.000 tenaga kerja.

Selain jumlah tenaga kerja yang meningkat, pertumbuhan upah pun mencapai tingkat tertinggi sejak November 2008. Pertumbuhan upah per jam rata-rata naik 2,9%, mengalahkan ekspektasi ekonom yang memperkirakan naik 2,7%.

Penghasilan per jam rata-rata meningkat 10 sen pada bulan Agustus, yaitu rerata USD27,16 per jam. Biro Statistik Tenaga Kerja AS menambahkan tingkat pengangguran berada di level rendah yaitu sebesar 3,9%.

Dari jumlah penambahan 201.000 tenaga kerja, kontribusi terbanyak datang dari bidang profesional dan bisnis yang bertambah 53.000 pekerja. Bidang kesehatan tumbuh 33.000 pekerja, perdagangan naik 22.000, transportasi dan pergudangan menyerap 20.000 tenaga kerja.

Sebanyak 6.000 pekerjaan untuk penambangan baru. Profesi ini telah menyerap 104.000 tenaga kerja sejak dibuka pada Oktober 2016. Dan sektor konstruksi tumbuh 23.000 orang.

Dengan peningkatan tenaga kerja dan upah, pelaku pasar mengharapkan The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya seperempat poin pada September ini dan satu kenaikan lagi di bulan Desember. Laporan kenaikan upah kemungkinan bakal mendorong bank sentral AS menaikkan suku bunga.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden AS Trump Hadiri...
Presiden AS Trump Hadiri Perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington
Profil Calon Presiden...
Profil Calon Presiden Donald Trump
Dihadiri Pendukung Presiden...
Dihadiri Pendukung Presiden AS Donald Trump, Unjuk Rasa Anti Trump Berlangsung Memanas
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Telinga Kanan Diperban,...
Telinga Kanan Diperban, Mantan Presiden AS Donald Trump Hadiri Konvensi Nasional Partai Republik
Pendukung Trump Kembali...
Pendukung Trump Kembali Gelar Aksi Menolak Hasil Pilpres AS di Washington
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
3 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
4 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
5 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
6 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
6 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved