Trump Ancam Stop Berbisnis dan Pisahkan Ekonomi AS dan China

Senin, 24 Agustus 2020 - 11:32 WIB
loading...
Trump Ancam Stop Berbisnis...
Presiden AS Donald Trump mengancam akan memisahkan ekonomi AS dan China jika perusahaan AS tidak diizinkan untuk bersaing secara adil. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump , dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Minggu, menyebutkan kemungkinan untuk memisahkan ekonomi AS dari China , pembeli utama barang-barang produksi AS.

(Baca Juga: China Nyatakan Tidak Tertarik Intervensi Pilpres AS)

Dalam kutipan video, Trump awalnya mengatakan kepada pewawancara Steve Hilton bahwa Amerika tidak harus melakukan bisnis dengan China, dan selanjutnya berkata tentang pemisahan: "Jika mereka tidak memperlakukan kita dengan benar, saya pasti akan melakukannya, saya akan melakukannya. pasti lakukan itu," tegasnya seperti dikutip Reuters, Senin (24/8/2020).

Trump terlibat perang perdagangan berisiko tinggi dengan China sebelum mencapai kesepakatan perdagangan Fase 1 parsial pada Januari. Trump sejak itu menutup pintu pada negosiasi Fase 2, mengatakan dia tidak senang dengan penanganan pandemi Beijing.

(Baca Juga: Sri Mulyani: Perang Dagang AS-China Bisa Berdampak ke Pemulihan Ekonomi)

Pada bulan Juni, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pemisahan ekonomi AS dan China akan terjadi jika perusahaan AS tidak diizinkan untuk bersaing secara adil dan setara dalam ekonomi China.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Rekomendasi
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved