Rupiah dan IHSG Siang Ambruk Pasca Rilis Defisit Neraca Dagang

Senin, 17 September 2018 - 12:57 WIB
Rupiah dan IHSG Siang...
Rupiah dan IHSG Siang Ambruk Pasca Rilis Defisit Neraca Dagang
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini anjlok sangat dalam hingga mendekati level Rp14.900/USD pasca rilis defisit neraca perdagangan Agustus yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS). Keterpurukan rupiah juga mengiringi kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I hingga 1,82%.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I merosot tajam ke posisi Rp14.885/USD atau mendekati level terburuk dibandingkan sebelumnya di level Rp14.803/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.800 hingga Rp14.887/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp14.884/USD atau ambruk dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin di posisi Rp14.801/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.862-Rp14.884/USD.

Menurut Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan dalam tren pelemahan di level Rp14.859/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tak berdaya dari posisi sebelumnya di level Rp14.835/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah siang meluncur ke level Rp14.892/USD terperosok dibandingkan Jumat, kemarin di level Rp14.806/USD. Rupiah kembali memperlihatkan sinyal kejatuhan setelah pekan sebelumnya sempat bangkit.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan terjerembab ke zona merah usai kehilangan 107.70 poin atau setara 1,82% ke level 5.823,58 setelah tadi pagi dibuka turun 47,530 poin atau 0,801% menjadi 5.883,75. Sebelumnya bursa saham Tanah Air parkir pada posisi 5.931,28.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,60 miliar dengan 4,72 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp47,15 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp566,99 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp519,83 miliar. Tercatat 129 saham naik, 240 turun dan 106 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), PT Bisi International Tbk (BISI) serta PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS). Sementara, saham-saham dengan pelemahan yakni, PT Astra International Tbk. (ASII), PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
Berita Terkini
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
14 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
1 jam yang lalu
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
1 jam yang lalu
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
2 jam yang lalu
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
2 jam yang lalu
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved