IHSG Sesi Siang Terpuruk ke 5.795, Rupiah Tertahan di Zona Merah

Selasa, 18 September 2018 - 12:42 WIB
IHSG Sesi Siang Terpuruk...
IHSG Sesi Siang Terpuruk ke 5.795, Rupiah Tertahan di Zona Merah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini, Selasa (18/9/2018) masih tertahan di zona merah dengan posisi yang tidak berbeda dari pembukaan. Kelanjutan tren pelemahan mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus terperosok semakin dalam.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I masih di posisi Rp14.925/USD atau tak berdaya dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.875/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp14.835-Rp14.930/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini tertahan pada level Rp14.933/USD atau tercatat stagnan dari sesi pagi dan tetap memburuk dibandingkan penutupan awal pekan kemarin di posisi Rp14.880/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp14.897 hingga Rp14.933/USD.

Menurut Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tak beranjak di level Rp14.908/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah anjlok cukup dalam dari posisi sebelumnya di level Rp14.859/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah siang di level Rp14.905/USD menyusut dari posisi sebelumnya Rp14.880/USD. Namun dibandingkan sesi pembukaan, pelemahan rupiah tidak bergerak meluas.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan masih lebih rendah 28,93 poin atau 0,50% ke level 5.795,33 setelah pagi tadi melemah 8,145 poin atau 0,14% di posisi 5.814,14. Pada perdagangan awal pekan kemarin, bursa saham Tanah Air anjlok 107,02 poin menjadi 5.824,26.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini masih terseret kejatuhan sektor aneka industri 3.07% dimana raihan negatif meluas ke semua sektor. Selanjutnya pelemahan menimpa infrastruktur usai amruk 2,50%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,52 miliar dengan 8,33 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp336,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,76 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,42 triliun. Tercatat 128 saham naik, 226 turun dan 165 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) serta PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB). Sedangkan saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) dan PT Waran Seri I Barito Pacific Tbk. (BRPT-W).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
Berita Terkini
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
24 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
1 jam yang lalu
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
1 jam yang lalu
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
2 jam yang lalu
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
2 jam yang lalu
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved