Politikus NasDem Bilang Impor Beras Dilakukan Berdasar Kajian

Kamis, 20 September 2018 - 21:48 WIB
Politikus NasDem Bilang...
Politikus NasDem Bilang Impor Beras Dilakukan Berdasar Kajian
A A A
JAKARTA - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan bahwa kebijakan impor beras yang akan dilakukan pemerintah telah didasarkan atas kajian dan analisa.

Anggota Komisi VI DPR Hamdhani menyatakan kemungkinan pemerintah mengambil langkah impor beras lantaran ada kebutuhan urgent. Karena melihat ke depan akan datang musim hujan dan ancaman hama tanaman.

"Kebijakan impor beras yang disiapkan pemerintah ke depan bukan tanpa kajian dan analisa. Proses pengambilan kebijakan impor ini tidak hanya di tangan Menteri Perdagangan, melainkan keputusan rapat koordinasi kementerian atau lembaga terkait yang dipimpin oleh Menko Perekonomian," ucapnya, Kamis (20/9) dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk "Polemik Impor Beras" di Gedung DPR Jakarta.

Menurutnya, kebijakan impor dilakukan karena memang kebutuhan yang sangat mendesak. Selain mengantisipasi datangnya musim hujan dan serangan hama, juga untuk menjaga stok pangan tetap terkendali dan tidak terkena inflasi. "Apalagi data Kementerian Pertanian menyebut lahan-lahan kita sudah semakin menyusut," ungkapnya.

Seharusnya, sambung politikus Partai NasDem, impor dilakukan ketika masa panen sudah selesai atau ketika musim tanam sedang berlangsung.

"Impor juga harus disesuaikan dengan kebutuhan stok pangan ke depan dan agar tak ada spekulan yang bermain," tegasnya.

Namun, Hamdani mengatakan tetap perlu ada pembenahan tata kelola pangan nasional dengan menyikat pelaku kartel impor pangan. Dia juga mengatakan DPR akan segera memanggil pihak terkait untuk mempertanyakan kebijakan impor beras tersebut.

"Kami akan mengundang dan mempertanyakan hasil rapat Menko Perekonomian dan menteri terkait sehingga soal impor beras tidak menjadi polemik berkepanjangan," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
5 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
6 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
6 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
6 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
7 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
7 jam yang lalu
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved