Menko Darmin: Stabilitas Terancam, Tak Ada Pilihan BI Rate Naik

Jum'at, 28 September 2018 - 13:54 WIB
Menko Darmin: Stabilitas...
Menko Darmin: Stabilitas Terancam, Tak Ada Pilihan BI Rate Naik
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan, bahwa keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Seven Days Repo Rate) adalah demi untuk menjaga stabilitas perekonomian di Tanah Air. Tahun ini, BI terhitung telah menaikkan tingkat suku bunganya sebanyak 150 bps menjadi 5,75%.

Darmin mengatakan, kenaikan BI Rate ditempuh karena Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve atau The Fed) juga menaikkan suku bunga acuannya (Fed rate). Jika mereka mengerek suku bunganya sementara Indonesia tidak, maka yang akan tertekan adalah Indonesia.

"Itu (kenaikan BI Rate) ditempuh karena memang The Fed juga menaikkan bunganya. Kalau enggak, ya kita akan tertekan lagi. Kalau sudah harus memilih antara stability dengan growth, ya kalau stability nya terancam ya stability nya dulu yang diurusin," kata Menko Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Diakuinya, kenaikan BI Rate memang tidak otomatis langsung menaikkan suku bunga kredit (lending rate). Namun, mantan Gubernur BI ini meyakini keputusan BI menaikkan suku bunga acuannya pasti akan memiliki pengaruh terhadap suku bunga kredit. "Artinya, kita sedang masuk dalam situasi tingkat bunganya sedikit lebih tinggi. Ya apa boleh buat," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selain kenaikan suku bunga BI 7-Day Repo Rate, bank sentral juga memutuskan menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5% dan lending facility menjadi sebesar 6,5%.

"Rapat dewan Gubernur menaikkan BI Rate Repo Rate 25 basis poin menjadi 5,75% dan deposit facility menjadi 5% serta suku bunga lending facility menjadi 6,5%. Keputusan tersebut konsisten menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman," ujar Perry di Jakarta, kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Suku Bunga Acuan Kembali...
Suku Bunga Acuan Kembali Ditahan 6%, Begini Penjelasan BI
Sesuai Perkiraan, BI...
Sesuai Perkiraan, BI Tahan Suku Bunga Acuan di 6,25%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
BI Rate Dipangkas Jadi...
BI Rate Dipangkas Jadi 6%, Ekonom: Jamu Manis Jelang Transisi Pemerintahan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
4 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved