Amerika Serikat dan Kanada Capai Kesepakatan Pengganti NAFTA

Senin, 01 Oktober 2018 - 13:56 WIB
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Kanada Capai Kesepakatan Pengganti NAFTA
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat dan Kanada telah menyetujui kesepakatan untuk menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Seorang pejabat yang dekat dengan masalah itu mengatakan, kesepakatan baru ini disebut UMSCA (Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada).

Melansir dari CNBC, Senin (1/10/2018), naskah perjanjian tersebut akan diumumkan oleh ketiga negara dalam beberapa waktu dekat. Dan ketiga pemimpin negara Amerika Utara ini akan meneken perjanjian sebelum akhir November, kemudian diserahkan kepada Kongres.

Negosiasi antara AS dengan Kanada telah membuka lebih banyak akses pasar bagi peternak sapi perah AS dan memberi ruang bagi ekspor mobil Kanada ke Negeri Paman Sam.

Pejabat AS mengatakan, kesepakatan anyar ini akan menyeimbangkan kembali hunungan perdagangan antara AS, Meksiko dan Kanada. Kesepakatan baru ini juga menambah ketentuan tentang perdagangan digital dan hak kekayaan intelektual.

Seorang pejabat AS juga menyebut, perjanjian ini sebagai perjanjian perdagangan yang paling mungkin untuk dilaksanakan dalam waktu dekat. "Ini akan mengubah kehidupan banyak orang dan akan membuat ekonomi AS lebih kuat dan lebih baik," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya kepada CNBC.

Sebagai catatan, pakta perdagangan baru ini akan ditinjau setiap enam tahun. Hal ini agar memastikan peraturan perdagangan sesuai dengan tantangan dan perubahan zaman.

Perjanjian baru ini mendapat sambutan positif dari anggota Senat yang juga anggota komite keuangan, Senator Ron Wyden dari Negara Bagian Oregon. "Seperti sudah saya katakana berkali-kali, NAFTA telah lama membutuhkan perbaikan yang serius. Ujian penting bagi perjanjian baru ini, ketika diberlakukan harus mampu melindungi hak pekerja dan lingkungan bisnis. Orang Amerika muak dengan perjanjian perdagangan tetapi ketika diberlakukan tidak memberi manfaat bagi mereka".

Kesepakatan ini tercapai karena para negosiator dari AS dan Kanada berlomba untuk memenuhi tenggat waktu, yang ditargetkan 30 September. Dan Kanada sendiri merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi AS. Merupakan sebuah “kerugian” jika mereka tidak bergabung dalam pembicaraan ini.

Sebelumnya, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan AS siap bergerak maju hanya dengan Meksiko, meninggalkan Kanada. Namun pernyataan ini mendapat tentangan dari Kongres yang tetap menginginkan Kanada masuk dalam pembicaraan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Survei Ungkap Kondisi...
Survei Ungkap Kondisi Keuangan Mayoritas Orang Amerika Memburuk
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Gawat! Amerika Serikat...
Gawat! Amerika Serikat Berada di Tepi Jurang Resesi Ekonomi
Beban Sejarah Defisit...
Beban Sejarah Defisit Perdagangan dan Melemahnya Dolar AS
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
2 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
3 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
3 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
4 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved