Kritik Koalisi Prabowo Sebut Ekonomi RI Lemah Dianggap Salah Alamat

Selasa, 09 Oktober 2018 - 15:26 WIB
Kritik Koalisi Prabowo...
Kritik Koalisi Prabowo Sebut Ekonomi RI Lemah Dianggap Salah Alamat
A A A
JAKARTA - Kritikan dari Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut ekonomi Indonesia lemah dan terancam terpuruk dianggap salah alamat. Pasalnya, ekonomi Indonesia masih aman. Anggota Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Deddy Yevri Sitorus mengatakan bahwa inflasi masih sangat rendah berdasarkan data Bank Indonesia (BI).

Inflasi Indonesia tercatat 2,8% year on year, dan pada pekan pertama Oktober 0.01 persen secara month to month. Kemudian, BI memprediksi hingga akhir tahun, inflasi berada di bawah target sebesar 3,5%. "Indonesia justru dalam posisi aman. Kritik oposisi ini menunjukkan salah alamat," ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Di samping itu, berdasarkan data The Spectator Index, inflasi Indonesia 2,8%, UK 2,7%, AS 2,7%, China 2,3% dan terendah Jepang dengan 1,3%. Indonesia juga tidak masuk dalam 10 negara dengan integritas pemerintah terendah.

Tak hanya itu, hasil survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) pada Oktober 2018 pun menunjukkan 73,4% responden puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berkaitan dengan itu, The Spectator Index menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Indonesia pada 2050.

Indonesia masuk peringkat empat di bawah China, India, dan Amerika Serikat. "Ini lah bukti kritik oposisi gagal," kata calon anggota DPR Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari daerah pemilihan Kalimantan Utara itu.

Sementara itu, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Berly Martawardaya menuturkan, perekonomian nasional masih relatif aman. Jika pun ada hal-hal yang perlu diantisipasi adalah faktor eksternal seperti perang dagang, dan faktor internal seperti kecenderungan harga komoditas pangan yang menurun serta migas. "Secara umum aman. Tapi tetap perlu antisipasi, jadi kalau terjadi asma ringan, ada debu, sudah siap obatnya," kata Berly.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
1 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
2 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
4 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
5 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
6 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
7 jam yang lalu
Infografis
Tantangan-tantangan...
Tantangan-tantangan Ekonomi Presiden Terpilih Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved