Harga Minyak Mentah Dunia Merayap Naik di Tengah Kejatuhan Ekuitas

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 10:53 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Merayap Naik di Tengah Kejatuhan Ekuitas
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan, Jumat (12/10/2018) merayap naik, untuk sedikit membalikkan dua hari penurunan pada sesi sebelumnya. Hal ini setelah didorong oleh penurunan tajam pasar ekuitas dan indikasi kekhawatiran kelebihan pasokan, meski harga minyak dunia masih berada dalam jalur penurunan secara mingguan.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan meningkat 33 sen atau 0,4% menjadi USD80,59 per barel pada pukul 02.56 GMT. Sementara kontrak mengalami kejatuhan 3,4% pada hari Kamis, hingga menyentyh level terendah USD79,80 atau terlemah sejak 24 September dan hingga kini menuju penyusutan minggu ini 4,2%.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS terpantau menguat tipis mencapai sebesar 26 sen yang setara dengan 0,4% ke posisi USD71,23 per barel, setelah dalam sesi sebelumnya sempat kehilangan 3% atau terendah sejak 21 September. WTI sendiri masih berada di jalur untuk penurunan 4,2% sepanjang pekan ini dan menjadi penurunan minggu pertama dari lima.

Di sisi lain Wall Street memperpanjang penurunannya ke sesi keenam dan indeks ekuitas global jatuh ke posisi terendah 1 tahun pada Kamis karena investor khawatir tensi perang perdagangan Amerika Serikat versus China ditambah risiko dari kenaikan suku bunga belum lama ini. Indeks Nikkeu Jepang hari ini terlihat turun 0,5% untuk melanjutkan tren negatif.

Sementara persediaan minyak mentah AS meningkat 6 juta barel minggu lalu, seperti data yang disampaikan Administrasi Informasi Energi atau melebihi dari ekspektasi analis ganda dari peningkatan 2,6 juta barel. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global untuk minyak tahun depan untuk bulan ketiga berturut-turut, mengutip dari headwinds.

Pengurangan proyeksi tersebut dalam menghadapi ekonomi dunia di tengah sengketa perdagangan dan pasar negera berkembang yang bergejolak. "Kami masih memperkirakan permintaan minyak tumbuh 1,2 juta hingga 1,5 juta barel per hari untuk tahun ini, dan melihat risiko perlambatan pada 2019 jika ketegangan perdagangan meningkat," kata analis ANZ Research dalam sebuah laporan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
18 menit yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
1 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
2 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
11 jam yang lalu
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
11 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved