Hadapi Industri 4.0, Ganjar Dorong Perubahan Kurikulum Pendidikan

Kamis, 18 Oktober 2018 - 02:10 WIB
Hadapi Industri 4.0,...
Hadapi Industri 4.0, Ganjar Dorong Perubahan Kurikulum Pendidikan
A A A
YOGYAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong perubahan kurikulum pendidikan sebagai modal menghadapi revolusi industri 4.0. Hal tersebut dia sampaikan dalam Musrenbang Regional Jawa dan Bali di Yogyakarta, Rabu (17/10/2018).

Ganjar mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia saat ini menjadi poin penting bagi Indonesia. Terlebih dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Ada dua pilihannya, mengikuti langkah revolusi atau justru memilih jalan evolusi.

"Menghadapi revolusi industri 4.0 harus dengan revolusi jangan evolusi. Maka kalau opsi kita menghadapinya dengan evolusi yang biasa-biasa saja maka akibat yang ditanggung kita akan tertinggal," kata Ganjar.

Dalam acara Musrenbang Regional Jawa dan Bali yang diselenggarakan pada 16-19 Oktober, hadir Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Banten Wahidin, Kepala Bappeda se-Jawa dan Bali serta seluruh bupati dan walikota se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadir juga perwakilan dari Bappenas, Kementerian Perindustrian serta anggota Komisi X DPR.

Untuk peningkatan SDM, kata Ganjar, maka sektor pendidikan melalui kurikulumnya harus melakukan akselerasi dengan zaman secara cepat. Dia mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengambil keputusan politis terkait langkah pendidikan tersebut.

"Kalau kita menghadapinya dengan revolusi dan basisnya adalah SDM, ubah kurikulum dengan cepat, berikan insentif pada sistem pendidikan yang baik. Kurikulum harus adaptif. Akses yang punya potensi ekspor harus mendapatkan tempat dominan," ujarnya.

Dia memberi contoh, jika SMK otomotif ketika hendak praktek maka mobil yang digunakan mestinya mobil seri baru bukannya mobil keluaran lama agar mampu bersaing dalam dunia pekerjaan, terlebih jika hendak terjun jadi wirausaha.

"Maka bagaimana cara mendampingi mereka, akses permodalan meningkatkan kapasitas sampai cara menjual. Maka kita bicara e-commerce. Karena saat ini Kita semua bicara e-commerce," tandas mantan anggota DPR ini.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Bappenas Rudi Supriyadi Prawiradinata mengatakan komponen kebutuhan yang paling signifikan menunjang pertumbuhan industri 4.0 adalah kebutuhan tersier yaitu jasa.

"Ini yang harus kita waspadai. Maka Infrastruktur harus disiapkan, dari SDM, jaringan internet, jalan, karena semua akses yang menghubungkan harus bisa dijangkau dengan mudah," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadapi Revolusi Industri...
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pendidikan Profesi Peksos Akan Disiapkan
Pengajaran Melalui Daring...
Pengajaran Melalui Daring Mempengaruhi Percepatan Implementasi Revolusi Industri 4.0
Industri 4.0 Indonesia...
Industri 4.0 Indonesia Mendunia
Dorong Digitalisasi...
Dorong Digitalisasi Pendidikan Sambut Era Industri 4.0
Pentingnya Industri...
Pentingnya Industri Digitalisasi 4.0 untuk Dunia Pendidikan
Revolusi Industri 5.0,...
Revolusi Industri 5.0, Ini Tantangan Generasi Muda
Berita Terkini
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
22 menit yang lalu
UU P2SK Momentum Penting...
UU P2SK Momentum Penting Perkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia
31 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
47 menit yang lalu
IHSG Berbalik Menguat...
IHSG Berbalik Menguat 0,69% ke 5.916 meski Sepi Transaksi
55 menit yang lalu
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Hadirkan PF-Lestari, Sistem Pemantauan Kehati Berbasis AI
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved