Kontribusi Ekonomi Kreatif Terhadap PDB Diperkirakan Rp1.105 T

Selasa, 23 Oktober 2018 - 15:01 WIB
Kontribusi Ekonomi Kreatif...
Kontribusi Ekonomi Kreatif Terhadap PDB Diperkirakan Rp1.105 T
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan, prestasi sektor ekonomi kreatif selama empat tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sangat terlihat, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Dalam acara Konferensi Pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Jokowi-JK, Triawan mengatakan, prestasi kualitatif salah satunya terlihat dalam penyelenggaraan Asian Games yang memukau masyarakat Indonesia dan dunia. Selain itu, ekonomi kreatif saat ini juga berhasil menjadi salah satu sektor yang paling diminati generasi millenial.

"Asian Games secara kualitatif kalau tidak ada look and feel yang diciptakan bersama kami, mungkin tidak akan seindah yang kita lihat. Kemudian, ekonomi kreatif ini semakin lama semakin diminati millenials. Sektor yang paling diminati sarjana baru terutama CPNS," katanya di Gedung Setneg, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Sementara secara kuantitatif, sektor ekonomi kreatif menyumbangkan Rp1.009 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2017. Diperkirakan, tahun ini sumbangan ekonomi kreatif bisa meningkat menjadi Rp1.105 triliun.

"Kalau dibanding pertumbuhan ekonomi nasional kuartal 1 5,06%, kita bisa meningkat di atas itu yaitu 5,6%. 2018 kita ramalkan dan mungkin melampaui yaitu Rp1.105 triliun. Secara share PDB ekonomi kreatif terhadap ekonomi nasional pada 2017 itu 7,57% lalu 2016 sebesar 7,44%, dan 2015 sebesar 7,39%," imbuh dia.

Dari sisi tenaga kerja, tambahnya, pada 2015 jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif baru sekitar 15,9 juta. Sementara pada 2017 meningkat menjadi 17,4 juta dan 2018 diperkirakan mencapai 18,1 juta.

"Growth dari pertumbuhan tenaga kerja memang kalau dilihat melambat, sedangkan kontribusi terhadap PDB-nya meningkat. Kecepatan pertumbuhan tenaga kerja 2016 ke 2017 itu menurun, tapi kontribusi terhadap PDB meningkat. Berarti, produktivitas tenaga kerja itu meningkat sehingga bisa menghasilkan lebih banyak lagi ekonomi, value added juga meningkat, dan semakin efisiennya ekosistem," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Potensi Ekonomi Kreatif...
Potensi Ekonomi Kreatif Jadi Tulang Punggung Perekonomian
Kolaborasi Styles dan...
Kolaborasi Styles dan Kementerian Ekonomi Kreatif hadirkan pengalaman belanja asik dan inspiratif di Lippo Mall Nusantara
Wisata Bangkit, Ekonomi...
Wisata Bangkit, Ekonomi Kreatif Pulih
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
2 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
4 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved