Tinggalkan Uni Eropa, Trump Disebut Lirik Kerja Sama dengan Inggris

Rabu, 24 Oktober 2018 - 05:11 WIB
Tinggalkan Uni Eropa,...
Tinggalkan Uni Eropa, Trump Disebut Lirik Kerja Sama dengan Inggris
A A A
Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox menyakini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump 'sangat tertarik' untuk melakukan kesepakatan perdagangan dengan Inggris. Hal ini disampaikan Fox saat menjadi pembicara di New York, dalam upaya mempromosikan hubungan antara kedua negara.

Pernyataan tersebut muncul hanya berselang beberapa hari setelah pemerintahan Trump mengatakan kepada Kongres, bahwa pihaknya berencana untuk memulai pembicaraan formal dengan Inggris setelah meninggalkan Uni Eropa. Sementara itu prospek untuk perjanjian baru akan menghadapi sikap skeptisisme.

Alasannya Presiden AS Donald Trump telah mengambil pendekatan agresif lewat tagline "America First" dimana kedua belah pihak cenderung tidak akan sepakat pada isu-isu seperti ekspor pertanian AS dan standar kimia. Dalam wawancara dengan BBC, Fox mengatakan dia yakin Inggris berada dalam posisi yang kuat, di antaranya karena hubungan militer yang erat antara kedua negara.

"Hubungan perdagangan kami adalah bagian dari hubungan yang lebih luas. Ada hubungan yang unik dengan Amerika Serikat," jelas Mendag Inggris Liam Fox saat berbicara di kapal HMS Ratu Elizabeth - kapal induk Angkatan Laut- di mana sekelompok pemimpin bisnis terpilih dari perusahaan seperti BAE Systems dan Lockheed Martin juga menjadi pembicara tentang keamanan cyber.

Dalam pidato singkatnya, Fox menekankan hubungan antara keamanan dan perdagangan. "Perdagangan dan keamanan saling terkait. Di mana lebih baik untuk mendiskusikan interaksi hubungan ini?," ujarnya di depan ratusan lebih orang.

Tetapi analis di AS memperingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menunjukkan sedikit perhatian untuk aliansi bersejarah. Tercatat tahun ini, Trump memberlakukan tarif untuk baja dan aluminium dari luar negeri, termasuk dari rekan dekatnya seperti Uni Eropa dan Kanada. Dia juga mengancam akan menerapkan tarif terhadap mobil dan suku cadang mobil asing.

"Presiden telah menunjukkan ketika terpilih untuk mencuatkan isu tersebut, tidak masalah jika Anda seorang sekutu atau tidak," kata Daniel Hamilton, seorang profesor di Sekolah Internasional Studi Lanjutan Johns Hopkins di AS.

Profesor Hamilton mengatakan, bisa melalui pembicaraan bertahun-tahun sebelum kesepakatan baru benar-benar disajikan, mengingat kendala yang ditimbulkan oleh Brexit dan pertimbangan lainnya. "Ini adalah politik yang bagus dan pesanan yang baik (oleh kedua negara), tetapi tidak ada banyak substansi di belakangnya," katanya.

Marjorie Chorlins, Direktur Eksekutif Dewan Bisnis AS-Inggris di Kamar Dagang AS, juga mengatakan dia tidak berpikir "hubungan khusus" yang terkenal antara AS dan Inggris akan menjadi faktor pemikiran presiden. "Saya tidak berpikir Inggris akan diperlakukan berbeda dari sekutu lain dalam hal itu," kata Ms Chorlins, juga wakil presiden untuk urusan Eropa di ruangan tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
42 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved