Kurangi Ketergantungan Impor, Menteri Rini Tekankan Pentingnya Sinergi

Rabu, 31 Oktober 2018 - 16:03 WIB
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Impor, Menteri Rini Tekankan Pentingnya Sinergi
A A A
BANDUNG - Menteri BUMN Rini Sumarno menekankan pentingnya sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tercipta produk dalam negeri yang handal. Kemampuan BUMN membuat produk sendiri akan mengurangi importasi Indonesia.

Hal itu disampaikan Rini dalam acara Excelen: Inovasi untuk Negeri di Pelataran Kawasan PT Len Industri, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (31/10/2018). Dia berharap, sinergi BUMN bisa dilakukan antara PT Ken Industri, PT Pindad, PT Dahana, dan BUMN lainnya.

“Kunci dari kemandirian produk kita salah satunya alat pertahanan adalah sinergitas. Sinergi diharapkan meningkatkan ekspor Indonesia di tengah tekanan asing atas mata uang kita. Sementara impor kita masih tinggi,” kata Menteri Rini.

Sinergitas antar BUMN dan lembaga lainnya, juga akan menghasilkan produk unggul. Dia mencontohkan, sinergi antara Pindad dan TNI telah menghasilkan senjata laras panjang yang diakui dunia internasional. Contoh lainnya adalah sinergi antara Len Industri dan Inka yang menghasilkan LRT di Palembang.

“Dulu produk Pindad dicibir. Tetapi sekarang, produknya sudah 11 kali menang lomba di Australia yang pesertanya negara - negara besar. Bahkan, kini amunisi Pindad sudah ekspor ke AS. Artinya ada pengakuan internasional atas produk kita,” beber dia.

Dia pun mengapresiasi sinergi tiga BUMN yaitu Pindad, Bio Farma, dan Dahana yang melakukan ekspor produk senilai USD5,2 juta. Nilai ekspor yang cukup besar dengan kemampuan memberdayakan tenaga kerja yang mencapai 3.000 orang lebih.

“Kalau dikonversi, nilai ekspor produk USD 5,2 juta, setara dengan 74 ton batubara. Tetapi kalau batubara mungkin hanya dikerjakan ratusan orang. Tetapi untuk ekspor BUMN iNi, ada lebih dari 3.000 tenaga kerja yang terlibat. Artinya, kita memang harus melakukan hilirisasi produk,” imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin mengakui, saat ini Len masih melakukan penguatan produk di dalam negeri. Nilai ekspor Len masih sekitar Rp20 miliar. Namun, tahun depan pihaknya berkomitmen meningkatkan ekspor, seiring promosi produk Len ke beberapa negara di Asia.

“Ekspor kami tahun ini baru menggarap proyek persinyalan di Bangladesh. Karena memang kami targetkan dulu di dalam negeri, misalnya persinyalan LRT. Dari sana, kami berharap ada kepercayaan pasar yang bisa terbangun, sehingga diharapkan banyak negara akan melirik kemampuan kami,” kata Zakky yang mengklaim Len menjadi salah satu industri persinyalan tercanggih yang ada di dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Thohir: Impor...
Erick Thohir: Impor Alat Kesehatan Dikuasai Mafia
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berita Terkini
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
8 menit yang lalu
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
29 menit yang lalu
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
43 menit yang lalu
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
55 menit yang lalu
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
1 jam yang lalu
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
1 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved