Harga BBM dan Bahan Pokok Naik Berkontribusi Dongkrak Inflasi Oktober

Kamis, 01 November 2018 - 13:30 WIB
Harga BBM dan Bahan...
Harga BBM dan Bahan Pokok Naik Berkontribusi Dongkrak Inflasi Oktober
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan kenaikan harga sejumlah komoditas berkontribusi terhadap inflasi periode Oktober 2018 mencapai 0,28%. Komoditas yang mengalami peningkatan khususnya tarif sewa rumah dan bahan bakar minyak (BBM).

Kepala BPS SUhariyanto mengungkapkan, inflasi tertinggi menurut kelompok pengeluaran dialami oleh sandang yang sebesar 0,54%. Kemudian diikuti oleh kelompok perumahan, air dan listrik serta gas dan bahan bakar yang sebesar 0,42%. "Tapi kalau lihat yoy pada kolom inflasi tertinggi pada bahan makanan," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Adapun komoditas cabai merah memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,09%. Sementara harga beras relatif stabil, hanya ada kenaikan di beberapa kota sehingga andilnya ke inflasi hanya 0,01%. "Kita akan berharap November dan Desember akan stabil dengan memperhatikan bahwa cadangan beras di Bulog di tahun ini bagus," imbuh dia.

Untuk makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau inflasinya sebesar 0,27% dengan andil sebesar 0,05%. Sementara nasi dan lauk pauk serta rokok kretek filter masing-masing andilnya sebesar 0,01%.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini melanjutkan, kelompok perumahan, air, listrik dan gas serta bahan bakar inflasinya sebesar 0,42%. Adapun andil kelompok ini terhadap inflasi adalah 0,10%. "Jadi inflasi bulan Oktober, andil utamanya dari perumahan air listrik dan bahan bakar. Tarif sewa rumah andilnya 0,03% dan tarif kontrak rumah 0,01%," terangnya.

Untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan inflasinya 0,26% dan andilnya terhadap inflasi sebesar 0,05%. Adapun kenaikan BBM nonsubsidi memberikan andil sebesar 0,06%.

"Kita tahu bahwa tanggal 10 Oktober itu pertamax antara Rp700 sampai Rp900. Ada kenaikan terutama pertamax turbo dengan kenaikan antara Rp13.050-Rp13.500. Sementara pertalite ada yang naik dan turun, sehingga bensin ini menyumbang inflasi 0.05%," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Deflasi Kembali Terjadi...
Deflasi Kembali Terjadi di Agustus 2020, BPS Catat Sebesar 0,05%
Berita Terkini
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
8 menit yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
10 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
11 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
12 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
12 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
14 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved