TUV Rheinland Dukung Perusahaan Indonesia Hadapi Industri 4.0

Sabtu, 03 November 2018 - 21:31 WIB
TUV Rheinland Dukung...
TUV Rheinland Dukung Perusahaan Indonesia Hadapi Industri 4.0
A A A
JAKARTA - Era Revolusi Industri 4.0 menjadi momentum bagi perusahaan di Indonesia untuk meraih berbagai peluang bisnis secara global melalui tranformasi digital. Perusahaan pun dituntut untuk meningkatkan kualitasnya agar survive di tengah-tengah disrupsi teknologi.

Ada beberapa tips yang bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan di Indonesia agar siap menghadapi era Industri 4.0. Yang utama adalah kesiapan infrastruktur di bidang informasi teknologi (IT) dalam menghadapi transformasi digital.

Tips pertama, perusahaan harus memahami IT dan industrial umum secara mendalam. Sehingga perusahaan mampu bersinergi dan memperoleh rekomendasi secara sistematis. Yang kedua, perusahaan diminta menerapkan standar keamanan lebih tinggi untuk perangkat, sistem, dan komponen di dalam perusahaan serta menyesuaikannya dengan standar industrial yang diperoleh melalui sertifikasi.

Tips ketiga dengan mendorong inisiatif proaktif dari perusahaan untuk meningkatkan sistem keamanannya di luar ketentuan keamanan yang wajib dari pemerintah. Selanjutnya, perusahaan harus melakukan pendekatan Security by Design atau keamanan yang disesuaikan. Sejak dari awal perencanaan di mana potensi gangguan di komponen dan sistemnya lebih diperhatikan. Cara ini akan mengurangi risiko dan pendeteksian gangguan pun bisa dilakukan lebih awal.

Terakhir, perusahaan harus mulai membangun budaya security-sentris di perusahaan dengan menyediakan pelatihan yang holistik untk generasi desainer dan insinyur berikutnya dengan lebih awal dan berkelanjutan agar mampu menyediakan sistem pertahanan terbaik.

TUV Rheinland sebagai penyedia layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi global berkomitmen membantu perusahaan di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia untuk menghadapi dan meningkatkan bisnis di tengah disrupsi teknologi. TUV Rheinland di posisi yang ideal dalam membantu mengamankan proses transformasi digital yang sesuai standardisasi internasional.

’’Kami hadir untuk membantu perusahaan di Indonesia dalam menghadapi transformasi digital di era Industri 4.0. Kami pun terus mengembangkan bisnis ini di Indonesia. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan perusahaan di Indonesia agar bisa memanfaatkan peluang bisnis di era disrupsi teknologi,’’kata Michael Fubi, chairman of the executive board of management TUV Rheinland AG kepada SINDONEWS.

Michael menjelaskan bahwa sebagai pendukung utama perkembangan perdagangan dan perekonomian antara Asia dan Jerman, TUV Rheinland mendukung perusahaan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di aspek keselamatan dan kualitas agar bisa menjawab tantangan dari interaksi antara manusia, teknologi, dan lingkungan.

’’Saya senang bisa membantu memberikan solusi dan teknologi canggih kepada peserta dalam menghadapi Industri 4.0,’’tuturnya.

TUV Rheinland hadir di Indonesia sebagai sponsor platinum dalam perhelatan Asia Pacific Conference of German Business (APK) ke-16 di Jakarta. Selain untuk memeprluas jaringan antara pemegang kepentingan di sektor swasta dan publik, konferensi APK ini menjadi platform penting bagi pemimpin bisnis, pejabat, dan perwakilan pemerintah untuk terlibat dalam diskusi mendalam. Tujuannya untuk meningkatkan hubungan bisnis serta perekonomian di Jerman dan Asia pasifik termasuk Indonesia.

’’Selain memberikan efisiensi dan biaya yang rendah kepada perusahaan, kami juga membantu mengamankan data, jaringan, serta sistem produksi yang dimiliki pelanggan,’’kata Ralf Scheller, chief operating officer TUV Rheinland AG.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri 4.0 Indonesia...
Industri 4.0 Indonesia Mendunia
Revolusi Industri 5.0,...
Revolusi Industri 5.0, Ini Tantangan Generasi Muda
Permintaan Talenta Digital...
Permintaan Talenta Digital di Era Industri 4.0 Membludak, Full Stack Developer Disiapkan
Aelyn Halim Nilai UU...
Aelyn Halim Nilai UU Cipta Kerja Dorong Investasi dan Percepat Industri 4.0
3 Pertimbangan Penting...
3 Pertimbangan Penting dalam Memodernisasi Keamanan Fasilitas Industri
Pentingnya Kawasan Industri...
Pentingnya Kawasan Industri Mengadopsi Industri 4.0
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved