Pemprov Bali-BPOM Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

Selasa, 27 November 2018 - 20:33 WIB
Pemprov Bali-BPOM Tingkatkan...
Pemprov Bali-BPOM Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan
A A A
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pengembangan pariwisata di Bali, Pemerintah Provinsi Bali dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menandatangani nota kesepahaman kerja sama 'Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan'.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala BPOM Penny K. Lukito di Bali, Selasa (27/11/2018).

"Keamanan dan ketahanan pangan dan obat menjadi hal yang tak dapat dikompromikan bagi kami, mengingat Bali adalah destinasi wisata dunia dan salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia," ujar Wayan dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (27/11).

Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali sepanjang 2017 tercatat mencapai 5,7 juta orang dari berbagai belahan dunia. Jumlah ini naik 16% dibandingkan tahun 2016 sebesar 4,92 juta wisman.

Adapun, pertumbuhan ekonomi Bali selama kuartal I-2018 mencapai 5,68% atau lebih besar 0,62% dibanding dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional pada triwulan yang sama, sebesar 5,06%.

"Untuk itulah, penguatan pengawasan obat dan makanan menjadi salah satu agenda kami dalam rangka untuk terus mendorong pertumbuhan provinsi ini," tambah Koster.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito, mengatakan kerja sama ini dilandasi oleh Inpres No.3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan dan Permendagri No.41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah.

"Itu menjadi payung hukum bagi kepala daerah untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan di daerahnya," ungkap Penny.

Peran pemerintah daerah, lanjut Penny, sangat penting untuk menjangkau langsung ke masyarakat, memberikan edukasi dan sosialisasi seputar perizinan peredaran obat dan makanan. Pasalnya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia menjadi salah satu poin dalam visi Nawa Cita yang terus digaungkan Presiden Joko Widodo.

"Untuk itu, saya mengajak peran dari pemda-pemda lain untuk turut serta mendorong peningkatan kesehatan masyarakat lewat pengawasan obat san makanan yang lebih baik," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ajak Masyarakat Sadar...
Ajak Masyarakat Sadar Kesehatan, BPOM Segera Terapkan Label Kemasan dengan Skema Traffic Light
Charles Honoris dan...
Charles Honoris dan BPOM Ajak Warga Pejagalan Peduli Kesehatan Makanan dan Obat-obatan
BPOM Gelar Pameran Produk...
BPOM Gelar Pameran Produk Probiotik
Beredar Ikan Makarel...
Beredar Ikan Makarel Kaleng Palsu, BPOM Minta Masyarakat Waspada
Marak Suplemen dengan...
Marak Suplemen dengan Klaim Bikin Tahan Lama di Ranjang, BPOM Peringatan Ini ke Pria
BPOM Tegaskan Belum...
BPOM Tegaskan Belum Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Ivermectin sebagai Obat COVID-19
Berita Terkini
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
7 menit yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
1 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
2 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
3 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
4 jam yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved