Prancis Segera Hentikan Kenaikan Pajak BBM

Rabu, 05 Desember 2018 - 13:40 WIB
Prancis Segera Hentikan...
Prancis Segera Hentikan Kenaikan Pajak BBM
A A A
PARIS - Pemerintah Prancis bersiap menghentikan kenaikan pajak bahan bakar minyak (BBM) setelah beberapa pekan unjuk rasa. Langkah ini akan menandai perubahan besar kebijakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah 18 bulan menjabat. Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe akan mengumumkan penghentian itu segera.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah penghentian itu berlaku sementara atau akan mencabut seluruh kenaikan pajak karbon. Gerakan unjuk rasa disebut ”rompi kuning” itu dimulai pada 17 November sebagai kelompok protes yang diawali di media sosial.

Gerakan itu dinamakan rompi kuning karena jaket kuning dapat mudah terlihat jika dipakai para pengendara motor dan mobil. Unjuk rasa itu fokus mengecam semakin besarnya belanja rumah tangga akibat kebijakan pajak BBM oleh Macron.

Presiden menyatakan pajak itu diperlukan untuk memerangi perubahan iklim. Pencabutan kebijakan ini akan menjadi langkah memalukan saat berbagai negara bertemu di Polandia untuk membahas upaya mengatasi dampak pemanasan global. Meski demikian, selama tiga pekan terakhir, unjuk rasa di Prancis berubah menjadi protes anti-Macron.

Para demonstran menganggap kebijakan presiden lebih menguntungkan warga kaya dan tidak membantu kelas pekerja miskin. Demonstrasi itu secara umum berlangsung damai, tapi sejumlah unjuk rasa di Paris berubah menjadi kerusuhan skala besar.

Pada Sabtu (1/12), monumen nasional Arc de Triomphe dan jalanan di Champs Elysees dirusak. Mobil-mobil, gedung, dan beberapa kafe dibakar para pengunjuk rasa. Kerusuhan itu diperkirakan mengakibatkan kerugian hingga jutaan dolar. Dampaknya dirasakan para retailer, pedagang, restoran, dan hotel. Di beberapa wilayah, pabrik juga terkena dampak unjuk rasa saat mereka harus bersiap memenuhi pesanan menjelang Natal.

Beberapa anggota senior partai yang dipimpin Macron, La Republique En Marche, menyatakan pemerintah dapat menaikkan gaji minimal mulai Januari bersama langkah-langkah lain untuk membantu rumah tangga berpendapatan rendah. Meski demikian, kebijakan itu belum pasti. (Syarifudin)

(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi,...
Bangkitkan Ekonomi, Prancis Anggarkan Rp1.750 Triliun
Tolak Putus Hubungan...
Tolak Putus Hubungan Ekonomi dari China, Menkeu Prancis Sebut Ilusi
Imbangi Dampak Covid-19,...
Imbangi Dampak Covid-19, Prancis Disarankan Jual 'Mona Lisa' Rp806 Triliun
IMF: Prancis Akan Terdepak...
IMF: Prancis Akan Terdepak dari 10 Besar Ekonomi Global
Ekonomi Argentina Bisa...
Ekonomi Argentina Bisa Terkerek 0,25% jika Menang Lawan Prancis di Piala Dunia 2022
Indonesia-Prancis Dorong...
Indonesia-Prancis Dorong Kerja Sama Ekonomi, Fokus Investasi dan Teknologi Hijau
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
40 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved