AS-China Diskusikan Tahap Lanjut Pembicaraan Dagang

Selasa, 11 Desember 2018 - 15:40 WIB
AS-China Diskusikan...
AS-China Diskusikan Tahap Lanjut Pembicaraan Dagang
A A A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) dan China mendiskusikan peta jalan (road map) untuk tahap lanjut dari pembicaraan dagang kedua negara hari ini melalui sambungan telepon antara Wakil Perdana Menteri Liu He, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer.

Sebelumnya, di Argentina, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat melakukan gencatan atas perang dagang antara kedua negara. AS setuju menunda kenaikan tarif 25% yang rencananya akan dikenakakan atas barang-barang impor asal China awal tahun depan.

Namun, akhir pekan lalu, Lighthizer menegaskan bahwa jika AS-China tak berhasil mencapai kata sepakat sampai awal Maret nanti, tarif baru tersebut tetap akan dikenakan.

Berdasarkan pernyataan singkat Kementerian Perdagangan China, pembicaraan antara Liu, Mnuchin dan Lighthizer telah berlangsung pagi tadi waktu Beijing. Liu adalah penasehat ekonomi utama Presiden Xi yang memimpin negosiasi perdagangan dengan AS.

"Kedua belah pihak saling bertukar pandangan tentang memberlakukan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara pada pertemuan mereka yang lalu dan mendorong ke depan jadwal dan peta jalan untuk tahap berikutnya dari konsultasi ekonomi dan perdagangan," ungkapnya seperti dikutip Reuters, Selasa (11/12/2018).

Juru Bicara Kementerian Keuangan AS mengonfirmasi pembicaraan tersebut, namun tak mengelaborasi lebih lanjut. Sementara Kantor Perwakilan Perdagangan AS pun tak memberi komentar apapun.

Sementara, dalam kesempoatan terpisah, diplomat papan atas China, Kanselir Negara Wang Yi menyebut, kerja sama antara China dan AS akan menguntungkan dunia internasional secara keseluruhan. "Jika China dan AS saling berhadapan maka tidak akan ada pemenang, dan itu berarti kerugian bagi seluruh dunia," ujarnya.
(fjo)
Berita Terkait
Tebar Perang Dagang...
Tebar Perang Dagang dengan China, Militer AS Justru Diprediksi Makin Terpuruk
4 Alasan AS Kecanduan...
4 Alasan AS Kecanduan Berperang, Salah Satunya Menumbangkan Rezim Berkuasa
Presiden Xi Jinping...
Presiden Xi Jinping Ungkap 4 Ancaman kepada Joe Biden, Apa Saja?
5 Alasan China Mampu...
5 Alasan China Mampu Menggantikan AS sebagai Pemimpin Dunia, dari Akomodatif dan Suka Perdamaian
China Tuding AS Jadi...
China Tuding AS Jadi Ancaman Terbesar bagi Keamanan Global, Berikut Dalihnya
Perang Dingin Jilid...
Perang Dingin Jilid II Segera Memanas, Berikut 8 Indikasinya
Berita Terkini
Cetak Laba Bersih Rp582...
Cetak Laba Bersih Rp582 M di 2024, MPMX Komit Tumbuh Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Menakar Penyebab Wajib...
Menakar Penyebab Wajib Pajak Kerap Ragu Lapor SPT
8 jam yang lalu
Serapan Gabah Dihentikan,...
Serapan Gabah Dihentikan, Mentan Amran Copot Kepala Bulog Nganjuk
8 jam yang lalu
Peran Surveyor Indonesia...
Peran Surveyor Indonesia Menjaga Keselamatan dan Konektivitas Mudik 2025
9 jam yang lalu
Sinyal Kuat AS Cabut...
Sinyal Kuat AS Cabut Sanksi Rusia demi Hidupkan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam
9 jam yang lalu
OJK Anugerahkan BSI...
OJK Anugerahkan BSI 3 Penghargaan GERAK Syariah Award
9 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Perintahkan...
Donald Trump Perintahkan Hapus Departemen Pendidikan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved