Genjot Perekonomian Kalteng, PLN Operasikan Gardu Induk Pangkalan Bun

Rabu, 12 Desember 2018 - 00:12 WIB
Genjot Perekonomian...
Genjot Perekonomian Kalteng, PLN Operasikan Gardu Induk Pangkalan Bun
A A A
JAKARTA - Dalam rangka menggenjot pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, PLN resmi mengoperasikan Gardu Induk (GI) Pangkalan Bun 150 kilo Volt (kV) pada hari ini, Selasa (11/12).

Dengan beroperasinya GI Pangkalan Bun, kondisi kelistrikan Kalteng akan semakin handal. Ini karena sistem kelistrikan Pangkalan Bun terhubung (interkoneksi) dengan sistem kelistrikan interkoneksi Barito-Mahakam (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur) yang saat ini memiliki surplus daya mencapai lebih dari 200 Mega Watt (MW).

Sebelumnya, pasokan listrik Pangkalan Bun disuplai sistem kelistrikan yang terpisah (isolated), dimana suplai kelistrikan sepenuhnya hanya mengandalkan Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berdaya mampu 33,65 Mega Watt (MW). Dengan sistem interkoneksi ini, maka suplai utama kelistrikan di Pangkalan Bun akan disuplai langsung dari Sistem Interkoneksi Barito-Mahakam.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Machnizon Masri, mengatakan suplai utama listrik langsung dari Sistem Barito-Mahakam ini tak hanya mencukupi kebutuhan listrik masyarakat di Pangkalan Bun yang ada saat ini, tapi juga dapat memenuhi kebutuhan energi listrik bagi para calon investor di Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya.

"Sebagai suplai utama, sistem kelistrikan Barito tentunya dapat memenuhi permintaan kebutuhan energi listrik dalam skala besar bagi para pelaku investasi yang bergerak di bidang industri maupun bisnis," ungkap Machnizon dalam keterangan resmi, Selasa (11/12/2018).

Dengan beroperasinya Gardu Induk Pangkalan Bun 150 kV (kilo Volt), PLN dapat menurunkan Biaya Pokok Produksi Penyediaan (BPP) listrik di Kotawaringin Barat yang berasal dari PLTD berbahan bakar High Speed Diesel (HSD) mencapai Rp363 juta per harinya, atau dapat menghemat Rp130 miliar setiap tahunnya.

Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam penyediaan energi listrik, sudah menjadi tugas dan misi PLN menjadikan listrik sebagai pendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, yakni dengan cara memenuhi dan meningkatkan kebutuhan supai listrik pelanggan.

Selain itu, kemudahan mendapatkan energi listrik atau Getting Electricity merupakan salah satu indikator dalam kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business). Artinya semakin mudahnya konsumen atau investor dalam mendapatkan energi listrik, maka semakin mudah pula mereka mau untuk berinvestasi.

"Berdasarkan laporan World Bank, Ease of Doing Business di Indonesia dalam kemudahan mendapatkan energi listrik meningkat setiap tahunnya, dari peringkat 61 menjadi peringkat 38. Inilah wujud dari kerja nyata PLN dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada kuartal III tahun 2018, perekonomian di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan mencapai 6,38% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Dengan ketersediaan suplai energi listrik melalui sistem interkoneksi yang masuk saat ini, Pangkalan Bun sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Povinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat menjadi kota strategis bagi para Investor. Sehingga pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan dapat terus meningkat setiap tahunnya.

Sebagai informasi, total investasi yang dikeluarkan PLN untuk membangun GI Pangkalan Bun 150 kV mencapai Rp106 miliar. Sedangkan untuk mewujudkan sistem interkoneksi dengan Pangkalan Bun, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan lainnya yang meliputi GI Sampit 150 kV dan Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Total Tower SUTT yang dibangun untuk menghubungkan GI Pangkalan Bun dengan GI Sampit sebanyak 474 tower dengan jalur transmisi sepanjang 167 kilometer sirkit (kms). Jalur transmisi tersebut membentang melintasi 3 Kabupaten, yaitu Kabupaten Waringin Timur, Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Barat yang meliputi 7 kecamatan dan 20 desa.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Penjualan Listrik PLN...
Penjualan Listrik PLN Melonjak 8,62 Persen, 2 Daerah Ini Paling Sering Nyetrum
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Pemkab Tasikmalaya Optimis...
Pemkab Tasikmalaya Optimis Pengembangan Biomassa PLN Angkat Ekonomi Daerah
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
27 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
48 menit yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved