20 Desember, Tol Jakarta–Surabaya Beroperasi

Jum'at, 14 Desember 2018 - 09:29 WIB
20 Desember, Tol Jakarta–Surabaya...
20 Desember, Tol Jakarta–Surabaya Beroperasi
A A A
SEMARANG - Jalan tol Jakarta–Surabaya yang hingga kini pembangunannya di sejumlah ruas masih dalam tahap akhir, akan mulai beroperasi penuh pada Kamis (20/12) mendatang. Operasional bisa dilakukan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan sisa sejumlah ruas bagian dari tol Trans Jawa ini.

Operasional pada 20 Desember ini juga sesuai target pemerintah yang akan membuka seluruh ruas tol dari Jakarta–Surabaya akhir Desember 2019. Diharapkan dengan peresmian yang dilakukan sebelum masa libur Natal dan Tahun Baru maka bisa membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Rencana peresmian sejumlah ruas tol yang tersisa pada 20 Desember ini diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono. Di Jawa Tengah, penggalan yang tersisa dan akan diresmikan adalah ruas Semarang–Batang dan Salatiga–Kartasura. "Tol dari Jakarta–Surabaya sudah tersambung, 20 Desember rencananya diresmikan Presiden," kata dia.

Peresmian ini akan melengkapi ruas-ruas lain di Jawa Tengah yang belum lama ini dioperasikan seperti Brebes–Tegal–Pemalang dan Sragen–Ngawi pada November lalu. Menurut Sri, beberapa ruas tol yang sudah diresmikan biasanya pada operasionalnya tidak dipungut biaya dalam jangka waktu tertentu.

Di depan sejumlah pengusaha awal pekan lalu, Presiden Jokowi juga mengungkapkan akan membuka beberapa ruas tol Jakarta–Surabaya, maksimal Desember ini. Dirinya telah meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk menuntaskan megaproyek ini. Jokowi mengaku sangat berharap ruas Jakarta–Surabaya bisa segera beroperasi karena sangat membantu dalam kelancaran lalu lintas maupun memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Begitu semangatnya, Jokowi bahkan ingin merasakan langsung semua ruas dari Jakarta hingga Surabaya. “Saya mau coba naik mobil, berapa jam sekarang," ujarnya.

Masih Terganjal Pembebasan Lahan
Di ruas Pemalang–Batang, sejumlah pekerjaan fisik tahap akhir hingga kemarin tampak dikebut. Petugas juga melengkapi rambu-rambu lalu lintas sebelum tol ini benar-benar berfungsi. Pimpinan Proyek PT Waskita Karya Pemalang-Batang Toll Road (PBTR) Aminuddin mengatakan, progres fisik pembangunan jalan tol Pemalang–Batang hingga saat ini sudah mencapai sekitar 95%. "Di luar paket 3, semua pengerjaan jalan tol (Pemalang–Batang) sudah hampir selesai 100%. Jalur tol Pemalang–Batang ini ditargetkan selesai total Mei 2019," kata Aminuddin.

Dia mengatakan belum selesainya di paket 3 tersebut karena adanya permasalahan pembebasan lahan milik warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pemalang. Selain itu, saat ini pembangunan exit di Bojong juga belum sepenuhnya tuntas. “Namun, untuk paket 1, 2, dan paket 4 sudah hampir selesai 100%," katanya.

Secara rinci, kata dia, paket satu meliputi jalur tol Siwaka Kabupaten Pemalang hingga Pasekaran Kabupaten Batang, kemudian paket 2 sepanjang 11,85 kilometer, paket 3 sepanjang 17,80 kilometer meliputi Km 341-580 hingga Km 359-660, dan paket 4 meliputi Pekajangan, Kabupaten Pekalongan hingga Pasekaran, Kabupaten Batang.

Kendati demikian, Aminuddin mengatakan jalur tol Pemalang–Batang sudah dipastikan bisa dilalui kendaraan saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, karena ruas tersebut sudah hampir selesai. Bahkan untuk paket 4 sudah selesai 100%. "Kami pastikan saat libur Natal dan Tahun Baru dapat dilalui kendaraan dengan lancar, termasuk kesiapan sarana pendukung lainnya, seperti lampu penerangan jalan sudah nyala," katanya.

Untuk memastikan semua fasilitas di ruas tol berfungsi baik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pekan lalu juga menggelar prauji kelaikan jalan. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengungkapkan, ada sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian terkait konektivitas jalan tol Trans Jawa. Salah satunya adalah regulasi yang menyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan. "Nanti beberapa regulasi terkait dua hal itu akan diperbaiki dan ditambah. Tapi aspek keselamatan adalah yang utama," ujar Budi.

Terkait hal ini, Kemenhub akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, BPJT, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian untuk mendapat masukan mengenai keselamatan, kondisi teknis, fisik jalan tol, dan lain-lain. "Jangka pendek kita menyuarakan kepada masyarakat luas, bahwa kita tidak main-main bahwa kita ingin tol Trans Jawa bisa dilewati saat Natal nanti," jelasnya.

Dirut PT Jasa Marga (persero) Tbk Desi Arryani menyampaikan, kegiatan menyusuri jalan tol Trans Jawa bersama Kemenhub selain untuk memastikan uji laik operasi dan kesiapan fisik, juga untuk meninjau aspek keselamatannya. “Kami akan pastikan itu sehingga pengguna jalan akan selamat dan merasa nyaman. Jadi, sekarang isunya adalah keselamatan. Jelang mudik Natal ini, masih ada waktu bagi kami untuk melengkapi semuanya mulai dari penambahan rambu dan perangkat keselamatan lain-lainnya," ujar Desi.

Jasa Marga, tegas dia, menaruh perhatian serius terhadap aspek keselamatan berkendara di jalan tol. Sebelum suatu jalan tol dioperasikan, jalan tol tersebut harus melalui uji laik operasi.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengingatkan perlunya penyiapan konektivitas dengan kawasan industri pada sepanjang jalur tol trans-Jawa. Tujuannya agar biaya logistik bisa lebih murah karena angkutan barang bisa langsung masuk ke tol. “Tapi tarif tol juga perlu disesuaikan untuk kebutuhan angkutan barang,” ujarnya.

Dia juga menilai kehadiran tol trans-Jawa juga bisa mendorong potensi pariwisata yang ada di sekitar tol. Hal ini berarti promosi dan pembenahan infrastruktur pariwisata sangat mendesak untuk dioptimalkan. Selain itu perlu banyak hotel dan fasilitas penunjang wisata yang disiapkan pemerintah atau swasta. “Kehadiran tol juga diharapkan menyediakan rest areauntuk berjualan UMKM sehingga manfaat tol dirasakan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Riset Industrial dan Kawasan Bank Mandiri Dendi Ramdani. Dia menilai tol trans-Jawa akan bermanfaat menurunkan biaya logistik sehingga mobilitas barang dan orang semakin lancar dan biayanya murah. “Hal ini juga berpotensi meningkatkan usaha UKM dan pertanian karena akses pasar mereka lebih besar tentunya,” ujar Dendi kemarin. (Ahmad Antoni/Hafid Fuad/Ant)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Proyek Japek II Selatan...
Proyek Japek II Selatan Selesai, Jakarta-Bandung Hanya 1 Jam
Mulai 2023, Sistem Bayar...
Mulai 2023, Sistem Bayar Tanpa Berhenti Beroperasi di Tol Bali
Proyek Jalan Tol Layang...
Proyek Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci Telan Anggaran Rp37 Triliun
Bakal Ada 16 Ruas Jalan...
Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Berikut Jalan yang Tidak...
Berikut Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Motor di Jakarta
Berita Terkini
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
50 menit yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
9 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
10 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
10 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
10 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
11 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved