RI Tingkatkan Pekerja Profesional ke Kuwait

Jum'at, 14 Desember 2018 - 11:24 WIB
RI Tingkatkan Pekerja...
RI Tingkatkan Pekerja Profesional ke Kuwait
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus meningkatkan jumlah pekerja profesional ke Kuwait. Salah satunya dengan mempertemukan para agensi besar Kuwait dengan perusahaan pengirim dari Indonesia.

Kuasa Usaha Ad Interm (KUAI) KBRI Kuwait Gantosori Tanjung mengatakan, KBRI di Kuwait menyelenggarakan Bussiness Roadshow dan Indonesian Labour Market (ILM). Kegiatan itu merupakan wahana untuk mempertemukan perusahaan besar dan agensi di Kuwait dengan beberapa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dari Indonesia.

“ILM merupakan ajang promosi kualitas dan kuantitas PMI (pekerja migran Indonesia) kepada perusahaan Kuwait. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring banyak PMI profesional untuk bekerja di Kuwait serta untuk memperluas penempatan PMI di semua sektor formal,” katanya dalam keterangan pers yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Selama ini, KBRI Kuwait telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah PMI di Kuwait. Salah satu upaya yang dilakukan antara lain, melakukan promosi mengenai peluang kerja di Kuwait melalui brosur, buku, bussiness meeting, hingga melakukan kegiatan promosi dari rumah ke rumah.

Acara ini adalah yang pertama kali diadakan sejak 50 tahun hubungan Indonesia dengan Kuwait, sehingga diharapkan dapat menambah dan memperluas potensi pada pasar kerja professional di Kuwait.

Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno menambahkan, Kemenaker berkomitmen untuk terus meningkatkan penempatan PMI yang sifatnya formal dan profesional untuk bekerja di Kuwait.

“Permintaan terhadap PMI memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang dimiliki KBRI, sektor kesehatan paling tinggi permintaannya terhadap PMI, diikuti sektor hospitality, manufaktur, transportasi,konstruksi dan otomotif,” katanya.

Soes mengatakan, peluang kerja di Kuwait masih sangat besar dan terbuka. Hampir 70% populasi di Kuwait adalah pekerja migran yang diantaranya berasal India, Mesir, Filipina, dan Srilanka. Dia mengungkapkan, jumlah PMI profesional tercatat masih sangat sedikit, yaitu sekitar 7.000 orang dari total 2,6 juta pekerja asing di Kuwait. Oleh karena itu, Pemerintah akan lebih meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran yang sifatnya formal sesuai jabatan professional. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kasus Covid Melandai,...
Kasus Covid Melandai, Wujudkan Wajah Baru Pekerja Migran
Ribuan Pekerja Migran...
Ribuan Pekerja Migran Asal Sulsel ke Luar Negeri Secara Ilegal
Dinilai Menjalankan...
Dinilai Menjalankan Tugasnya dengan Baik, KSP Moeldoko Beri Apresiasi Kepala BP2MI
Hari Migran Internasional,...
Hari Migran Internasional, Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan Terhadap PMI
Hebat, Warga Kampung...
Hebat, Warga Kampung di Majalengka Ini Fasih Berbicara 6 Bahasa Asing
Program Desmigratif...
Program Desmigratif untuk Tekan Masalah Anak-anak Pekerja Migran
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
33 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
48 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved