Inflasi Diprediksi Capai 0,48% Periode Pekan Keempat Januari
Jum'at, 25 Januari 2019 - 14:43 WIB
Inflasi Diprediksi Capai 0,48% Periode Pekan Keempat Januari
A
A
A
JAKARTA - Inflasi periode minggu keempat Januari 2019 diperkirakan mencapai 0,48% dan secara year on year (yoy) di level 2,98%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengklaim bahwa inflasi nasional tahun ini bakal tetap rendah dan terkendali dengan berada di kisaran 3%.
"Survei pemantauan harga dari seluruh kantor BI, inflasi bulan Januari 0,48% mom kalau yoy ini adalah 2,98%. Jadi survei pemantauan harga mom itu rendah 0,48%," ujar Perry di Jakarta, Jumat (25/1/2019).
Sambung dia, inflasi yang terkendali dikarenakan faktor pengusaha sudah berhasil mengendalikan harga-harga barang pokok. Untuk itu, pihaknya berterima kasih atas kerja keras yang dilakukan para pengusaha dan pedagang dalam menjaga stabilisasi harga. "Semua harga-harga komoditas pangan inti terkendali, terima kasih kepada pengusaha dan daerah yang juga mengendalikan harga-harga," paparnya.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Desember 2018 sebesar 0,62% atau lebih tinggi dibanding bulan November yang mencapai 0,27%. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan dengan angka inflasi 0,62% maka inflasi year on year pada Desember 2018 tercatat 3,13%.
Inflasi inti atau core inflation tercatat 3,07% (year on year). Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2018 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) masing-masing sebesar 3,13%. Komponen inti pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,17%.
Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Desember) 2018 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) masing-masing sebesar 3,07%.
"Survei pemantauan harga dari seluruh kantor BI, inflasi bulan Januari 0,48% mom kalau yoy ini adalah 2,98%. Jadi survei pemantauan harga mom itu rendah 0,48%," ujar Perry di Jakarta, Jumat (25/1/2019).
Sambung dia, inflasi yang terkendali dikarenakan faktor pengusaha sudah berhasil mengendalikan harga-harga barang pokok. Untuk itu, pihaknya berterima kasih atas kerja keras yang dilakukan para pengusaha dan pedagang dalam menjaga stabilisasi harga. "Semua harga-harga komoditas pangan inti terkendali, terima kasih kepada pengusaha dan daerah yang juga mengendalikan harga-harga," paparnya.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Desember 2018 sebesar 0,62% atau lebih tinggi dibanding bulan November yang mencapai 0,27%. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan dengan angka inflasi 0,62% maka inflasi year on year pada Desember 2018 tercatat 3,13%.
Inflasi inti atau core inflation tercatat 3,07% (year on year). Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2018 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) masing-masing sebesar 3,13%. Komponen inti pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,17%.
Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Desember) 2018 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) masing-masing sebesar 3,07%.
(akr)
Lihat Juga :