Bekraf Gerakkan Industri Kreatif Jadi Kekuatan Baru Ekonomi

Selasa, 29 Januari 2019 - 20:42 WIB
Bekraf Gerakkan Industri...
Bekraf Gerakkan Industri Kreatif Jadi Kekuatan Baru Ekonomi
A A A
JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) siap mendorong nilai ekspor dari sektor industri kreatif di 2019. Produk kreatif tidak bisa sekedar dikenal secara global tapi juga harus bisa punya nilai ekonomi untuk memperkuat sisi ekspor neraca perdagangan Indonesia.

Wakil Kepala Bekraf Ricky J. Pesik mengatakan, transaksi ekspor akan dipacu demi memperbaiki defisit neraca perdagangan. Hal ini mengingat, ekonomi kreatif (ekraf) diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi baru pada tahun-tahun mendatang.

“Tahun ini kami ingin nilai ekspor ekraf bisa lebih tinggi. Karena itu Deputi Pemasaran akan menjadi tumpuan untuk membawa semakin banyak produk kreatif yang siap dipasarkan. Jangan sekedar Go Global tapi juga harus bisa dijual. Di situ peran kami,” ujar Ricky di Jakarta.

Bekraf akan lebih agresif melakukan pemasaran ke luar negeri dengan sekitar 80% dari pagu anggaran Bekraf atau sekitar Rp500 miliar dialokasikan untuk membiayai berbagai program pada tahun ini. Program pemasaran yang dijalankan, contohnya melalui keterlibatan Indonesia sebagai market focus dalam London Book Fair 2019.

"Kami akan menggenjot ekspor, karena itu anggaran untuk program salah satunya melalui Deputi Pemasaran dialokasikan lebih besar," tutur Ricky.

Dia juga melihat potensi platform perdagangan elektronik untuk menjadi andalan pemasaran produk kreatif ke pasar internasional. Pihaknya mengharapkan pelaku UMKM bisa melayani pembelian retail oleh konsumen global melalui e-commerce.

Pelaku e-commerce nasional dan perusahaan logistik saat ini dinilai siap menyempurnakan ekosistem bisnis kreatif agar bisa menjual produk ke luar negeri secara retail. "Ada sektor yang mengalami penurunan nilai ekspor seperti kerajinan perhiasan untuk pasar Eropa. Dampaknya signifikan. Namun kita jangan tunggu sampai tren turun. Harus langsung dorong dan tidak secara sporadis," katanya.

Kriya atau kerajinan tangan adalah sektor kreatif kedua terbesar yang menyumbang ekspor. Kontribusi kriya terhadap total ekspor, kata Ricky, berada di kisaran belasan persen. Adapun sektor terbesar penyumbang ekspor adalah fesyen sebesar 50%. Sektor lainnya adalah kuliner.

Di dalam Rencana Strategis Bekraf, penjualan produk kreatif ke luar negeri ditargetkan mendulang USD21,50 miliar pada 2019. Angka ini memungkinkan tercapai lantaran pada 2016 realisasinya sudah USD 19,98 miliar.

Berdasarkan data Bekraf, nilai ekspor produk kreatif Indonesia mengalami penurunan dari USD 20 miliar di 2016 ke kisaran USD 19 miliar pada 2017. Sementara data tahun 2018 masih belum keluar. Ricky mengatakan sektor ekonomi kreatif yang mengalami penurunan ekspor, adalah kriya.

Peningkatan kinerja ekspor merupakan satu dari empat fokus Bekraf dalam mengawal perkembangan bidang ekonomi kreatif pada 2019. Poin lain ialah menyempurnakan distribusi bantuan pemerintah (banper) nontunai maupun permodalan.

Selain itu, Bekraf juga menginisiasi manajemen koleksi karya kreatif secara digital. Program ini terutama memfasilitasi karya intelektual musik agar konsumsinya terdata sehingga perhitungan royalti lebih transparan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Peruri bersama Kementerian...
Peruri bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Nasional
Polapadu 2025: Karya,...
Polapadu 2025: Karya, Kolaborasi, dan Kreasi Mahasiswa DKV New Media BINUS University Hadirkan Spektrum Baru Industri Kreatif
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Berita Terkini
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
25 menit yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
35 menit yang lalu
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
1 jam yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
2 jam yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
3 jam yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved