Ancaman Stagnasi Ekonomi Inggris di Tengah Brexit dan Kekhawatiran Global

Kamis, 07 Februari 2019 - 05:08 WIB
Ancaman Stagnasi Ekonomi...
Ancaman Stagnasi Ekonomi Inggris di Tengah Brexit dan Kekhawatiran Global
A A A
LONDON - Sektor jasa Inggris mengalami stagnasi bulan lalu, seiring penyusutan permintaan untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun berdasarkan indeks manajer pembelian (PMI) IHS Markit/CIPS. Angka-angka terbaru menunjukkan 50,1 pada Januari, atau lebih rendah dari 51,2 di Desember.

Seperti dilansir BBC, Chris Williamson dari IHS Markit mengatakan, hasil menunjukkan bahwa ekonomi Inggris beresiko terhenti, stagnan atau bahkan lebih buruk. Dia menambahkan, penyebabnya karena meningkatnya ketidakpastian negosiasi Brexit bertepatan dengan perlambatan ekonomi global yang lebih luas.

Ekonom masih yakin dengan memperkirakan bakal tetap di angka 51 yang berarti di atas 50 masih menunjukkan pertumbuhan. Sebelumnya data akhir pekan lalu, menunjukkan PMI untuk manufaktur berada pada level 52,8 atau lebih rendah dan menjadi terlemah kedua sejak Juli 2016.

Angka-angka tersebut mengungkapkan bahwa produsen Inggris sedang mempersiapkan Brexit alias keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa secara resmi dengan menimbun bahan baku dan ada risiko sektor ini tergelincir ke dalam resesi.

Berbicara mengenai data sektor jasa, Williamson menerangkan, Pertumbuhan hampir terhenti pada Januari, menyamai kabar mengecewakan serupa di sektor manufaktur dan konstruksi. "Tiga bulan terakhir telah melihat ekonomi tergelincir ke pertumbuhan terlemah selama enam tahun dan menunjukkan bahwa PDB cenderung stagnan pada awal 2019 setelah pertumbuhan bertambah moderat hanya 0,1% pada kuartal keempat," paparnya.

Hasil survei menunjukkan bahwa perusahaan menjadi semakin enggan mengambil risiko dan ingin mengurangi biaya overhead dalam menghadapi melemahnya permintaan pelanggan dan meningkatnya ketidakpastian politik.

"Menurutnya kekhawatiran semacam itu pada gilirannya paling sering dikaitkan dengan kecemasan Brexit yang meningkat, meskipun faktor-faktor politik dan ekonomi global yang lebih luas juga terlihat telah mengambil peran atas tergerusnya permintaan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved