Baju Kerja: Going Casual

Minggu, 10 Februari 2019 - 13:39 WIB
Baju Kerja: Going Casual
Baju Kerja: Going Casual
A A A
Note: Menyongsong peluncuran buku saya, Millennials Kill Everything (Gramedia Pustaka Utama, 2019), dalam beberapa minggu ke depan saya akan menulis beberapa produk, industri, atau apa pun yang "dibunuh" oleh milenial.

Kali ini adalah "baju kerja". Milenial menjadi trend-setter kalau untuk urusan pakaian di tempat kerja (outfit atau workwear). Mereka adalah generasi percaya diri yang selalu menginginkan otentisitas, individualitas, dan ekspresi diri.

Jangan lupa, mereka juga setiap saat melakukan personal branding melalui penampilan sehari-hari mereka yang salurkan melalui beragam outlet digital seperti Instagram atau Snapchat. Bagi milenial, tempat kerja adalah bagian inheren dari ruang berekspresi untuk menunjukkan siapa mereka.

Beralasan karena setidaknya delapan sampai sembilan jam, lima hari seminggu, waktunya dihabiskan di tempat kerja. Untungnya, milenial memiliki "cool factor" yang mewakili semangat zamannya. Apa-apa yang berbau milenial selalu punya citra "cool" dan "zaman now ".

Makanya tak heran jika ekspresi diri yang dituangkan dalam baju kerja di kantor ini kemudian mewabah dan diikuti seluruh kantor di Tanah Air, bahkan di seluruh dunia. Perusahaan yang masih menerapkan gaya berpakaian zaman old pun serta-merta mengubah aturan berpakaian di tempat kerja ala milenial agar terlihat bercitra "milenial" dan "zaman now".

Maka, tak terhindarkan lagi milenial pun membunuh model baju kerja formal (zaman old) yang sudah menjadi standar di era Gen-X dan Baby Boomers. Kehadiran generasi milenial telah mengakhiri era formalitas baju kantor.

Selama era Gen-X dan Baby Boomers, baju kerja begitu formal, seragam, monoton, dan tentu boring: kemeja polos, dasi, celana kain dengan garis setrikaan yang necis, dan sepatu pantofel. Di era milenial semua itu didisrupsi total.

Outfit kantor ala milenial menjadi kian kasual, menekankan kenyamanan (2C: comfortable+convenient ), kepraktisan, dan fleksibilitas untuk berbagai occasion , tetap fun dan fashionable , dan tentu mencerminkan ekspresi dan identitas diri pemakainya. Casual dress code becomes the new normal.

And outfit becomes the extension of millennialís personality. Tipikal baju kerja ala milenial ini ditandai dengan kemeja santai (bercorak, tak mesti polos), t-shirt , celana jins atau denim, hoodie , sweater /kardigan, parka, dan blazer semiformal. Untuk sepatu favoritnya adalah sneakers , tak harus sepatu high heel untuk wanita.

Awalnya gaya pakaian milenial ini hanya ada di perusahaan-perusahaan startup. Inspirasinya tak lain adalah gaya baju kasual ala entrepreneurs di Silicon Valley. Posterchild nya tak lain adalah Steve Jobs dengan sweater turtle neck hitam, celana jins, dan sneakers New Balance yang kemudian diperbarui dengan gaya baju Mark Zuckerberg dengan t-shirt abu-abu yang simpel dan fungsional.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0940 seconds (10.55#12.26)