Jokowi Bakal Tingkatkan Potensi Laut, Prabowo Pilih Bentuk BUMN Khusus Perikanan

Minggu, 17 Februari 2019 - 22:20 WIB
Jokowi Bakal Tingkatkan...
Jokowi Bakal Tingkatkan Potensi Laut, Prabowo Pilih Bentuk BUMN Khusus Perikanan
A A A
JAKARTA - Isu kemaritiman menjadi salah satu topik di Debat Calon Presiden edisi kedua yang mengusung tema "Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Infrastruktur." Revolusi Industri 4.0, Jokowi: Petani Sudah Berbisnis Online

Terkait ini, Presiden petahana sekaligus Calon Presidne Nomor Urut 01, Joko Widodo berikhtiar terus memanfaatkan potensi laut uang menjadi nilai tambah ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah mencegah illegal fishing agar tidak merugikan nelayan.

"Laut adalah masa depan ekonomi Indonesia. Selama 4 tahun ini, kita mengejar 7.000 illegal fishing di perairan kita, 488 kapal sudah kita tenggelamkan dan ini menjadi kesempatan nelayan kita untuk memanfatkan sumber daya alam kita, terutama ikan agar mereka lebih sejahtera," papar Jokowi di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Sambung Jokowi, pihaknya juga akan memanfaatkan ladang minyak di laut yang akan memberikan pendapatan ekonomi. Ladang minyak di laut punya potensi besar untuk memajukan ekonomi Indonesia.

"Minyak kita belum terekspolorasi dari laut kita. Jadi kita dorong ladang minyak untuk memberikan pendapatan yang banyak bagi negara dan kedepan perlu infratsruktur kita benahi seperti tol laut yang kita kerjakan di Indonesia bagian timur. Konektifitas tol laut harus konsisten agar laut memberikan manfaat kepada rakyat," katanya.

Sedangkan, Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto punya ide dalam memanfatakan potensi kemaritiman. Salah satunya adalah membentuk BUMN khusus perikanan agar membantu nelayan dalam memproduksi ikan.

"Nelayan yang miskin enggak punya akses teknologi kapal dan modal. Juga peraturan yang membatasi nelayan kecil untuk melaut dan melaksanakan pekerjaannya. Strategi kami ingin menghadirkan BUMN khusus untuk laut dan perikanan dan mengorganisasi nelayan agar diberikan alat, modal dan prasarana dalam pengolahan perikanan," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tiba di Indonesia, Jokowi...
Tiba di Indonesia, Jokowi Disambut Prabowo Subianto di Bandara Soetta
Joko Widodo: Saking...
Joko Widodo: Saking Kuatnya Presiden Prabowo Subianto, Dikit-dikit yang Salah Jokowi
Istana Benarkan Presiden...
Istana Benarkan Presiden Jokowi Dinner Bareng Prabowo Subianto
Jokowi Akui Ada Pembicaraan...
Jokowi Akui Ada Pembicaraan Khusus dengan Prabowo saat Bertemu di Jakarta, Apa Itu?
Jokowi Tepis Isu Prabowo...
Jokowi Tepis Isu Prabowo Presiden Boneka: Visinya Kuat untuk Rakyat
Bagian Rekonsiliasi...
Bagian Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan Tetap Jatah Gerindra
Berita Terkini
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
52 menit yang lalu
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
53 menit yang lalu
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
1 jam yang lalu
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
1 jam yang lalu
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
2 jam yang lalu
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
2 jam yang lalu
Infografis
17 Menteri Jokowi yang...
17 Menteri Jokowi yang Bakal Masuk Kabinet Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved