Swasta Dorong Sektor Ekonomi Kreatif Pengolahan Limbah Kayu

Sabtu, 23 Februari 2019 - 20:14 WIB
Swasta Dorong Sektor...
Swasta Dorong Sektor Ekonomi Kreatif Pengolahan Limbah Kayu
A A A
JAKARTA - Sektor industri memberikan banyak kontribusi dengan terbukanya lapangan kerja yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam proses produksi dari hulu hingga hilir. Kontribusi dan manfaat yang resiprokal ini juga dilakukan PT Sarihusada Generasi Mahardhika, bersama dengan PT Nutricia Indonesia Sejahtera.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Danone Specialized Nutrition ini, memberdayakan masyarakat melalui dukungan dalam program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu kegiatannya adalah pengembangan industri ekonomi kreatif pengolahan limbah kayu palet bagi warga yang tinggal di sekitar pabrik Desa Kemudo, Prambanan, Jawa Tengah.

"Perusahaan menginisasi program pemberdayaan ekonomi melalui dukungan kepada BUMDes Kemudo Makmur dan program lainnya di Desa Kemudo dimana pabrik kami berlokasi. Pengolahan limbah palet (kayu) eks pengemasan menjadi kreasi yang bernilai adalah salah satu cara mewujudkan konsep ‘zero waste’ dari bahan-bahan yang purna guna di pabrik kami," kata Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin dalam keterangan persnya, Sabtu (23/2/2019).

Dukungan perusahaan kepada BUMDes Kemudo Makmur merupakan pilar pemberdayaan ekonomi yang bergerak pada sektor ekonomi kreatif level mikro melalui pengolahan limbah industri yang masih memiliki nilai jual. Dalam hal ini, pallet kayu yang sebelumnya digunakan sebagai pengemas bahan baku dapat diolah kembali menjadi berbagai produk furnitur, dekorasi, hingga aksesoris.

"Selain dukungan awal bagi BUMDes Kemudo Makmur, kami juga melakukan pembinaan melalui Omah Tani Srikandi. Kegiatannya antara lain Pengembangan Demplot Integrated Farming, Sekolah Lapang, Kawasan Rumah Pangan Lestari, hingga pengadaan community center Joglo Karangasem yang menjadi usaha angkringan sekaligus pusat kegiatan warga," kata Sumadi, SCR Manager East.

Sumadi menuturkan, sejak tahun 2016, BUMDes Kemudo Makmur berhasil mencatat perputaran dana sebesar total Rp7,7 miliar, membagi deviden kepada 1.589 Kepala Keluarga di Desa Kemudo, dan memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 10 masyarakat pengrajin pallet Desa Kemudo, tanpa harus berpindah ke kota lain untuk mencari penghidupan.

Lebih lanjut Arif menjelaskan pada 2019, pihaknya akan kembali memberikan dukungan kepada masyarakat bersama dengan Pemerintah Desa Kemudo. "Terkait pengelolaan pallet, kami akan memberikan pelatihan produksi dan pemasaran, membantu proses sertifikasi, serta pengayaan hasil akhir kerajinan palet. Khusus BUMDes, akan dilakukan pendampingan pengelolaan good governance," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kualitas Badan Usaha...
Kualitas Badan Usaha Milik Desa di Purwakarta Masih Rendah
Danone-AQUA Kolaborasi...
Danone-AQUA Kolaborasi Tumbuhkan Ekonomi Sirkular
Potensi Desa Besar,...
Potensi Desa Besar, Pemberdayaan BUMDes Perlu Dukungan
Kasus Tipikor PDSMU,...
Kasus Tipikor PDSMU, Kejari Majalengka Periksa Petani Pekan Depan
Garap Ekonomi Lokal,...
Garap Ekonomi Lokal, Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Kian Intensif
Ekonomi Kreatif RI Peringkat...
Ekonomi Kreatif RI Peringkat 3 Besar Dunia, Sandi Uno Optimistis Perempuan Jadi Game Changer
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
1 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
2 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
3 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
4 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
5 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
6 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved