Bursa China Melompat 1,12% Saat IHSG Kehilangan 11,46 Poin
Senin, 04 Maret 2019 - 16:38 WIB
Bursa China Melompat 1,12% Saat IHSG Kehilangan 11,46 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Senin (4/3/2019) memerah setelah pergerakan variatif sepanjang hari hingga melemah. Pada sesi penutupan awal pekan, IHSG kehilangan 11,46 poin atau setara -0.18% ke level 6.488,42 saat bursa China melompat tinggi diikuti beberapa lainnya.
Sebelumnya IHSG pada perdagangan siang tergelicir ke zona merah usai kehilangan 3,75 poin yang setara minus 0,06% ke level 6.496,14 setelah pagi tadi dibuka menguat naik 20,890 poin atau 0,32% menjadi 6.520,77. Sedangkan Jumat, kemarin bursa saham Tanah Air parkir di posisi 6.499,88.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam menimpa infrastruktur minus 0.79% diikuti kejatuhan sektor keuangan hingga -0.60% sedangkan kenaikan tertinggi dicetak pertambangan dengan tambahan 1.41%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,28 triliun dengan 12,47 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp545,35 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,12 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,57 triliun. Tercatat sebesar 202 saham menguat, 239 saham melemah dan 149 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.675 menjadi Rp94.400, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp450 menjadi Rp5.250 dan PT Waran Seri I Pool Advista Finance Tbk. (POLA-W) meningkat Rp275 ke posisi Rp1.200.
Selanjutnya saham-saham lain dengan pelemahan yakni PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) turun Rp975 menjadi Rp5.425, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp75 ke posisi Rp7.150 serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) berkurang Rp50 menjadi Rp2.950.
Di sisi lain saham-saham daratan China menguat pada perdagangan, Senin menyusul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China mungkin hampir menyelesaikan kesepakatan perdagangan, dengan Beijing menawarkan untuk menurunkan tarif pada beberapa produk-produk AS.
Pada akhir hari perdagangan, komposit Shanghai naik 1,12% hingga ditutup ke level 3.027,58 untuk menembus level 3.000 pertama kalinya sejak Juni 2018. Sementara itu komposit Shenzhen bertambah 2.21% hingga menyelesaikan sesi perdagangan awal pekan di posisi 1.599,48.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga meningkat mencapai 0,51% menjadi 28.959,59 ketika saham perusahaan telekomunikasi asalah China ZTE naik hingga 1,84%. Selanjutnya sebagian besar bursa Asia lainnya juga mencetak hasil positif.
Terpantau indeks Nikkei Jepang naik 1,02% yang hingga akhir sesi bertengger pada level 21.822,04 seiring saham kelas berat seperti Fanuc melonjak 3,48%. Raihan tersebut mengiringi laju Topix pada zona hijau usai lebih tinggi 0,73% menutup perdagangan hari ini ke posisi 1.627,59.
Lonjakan tipis terjadi pada bursa patokan Australia saat ASX 200 bertambah 0,4% menjadi 6.217,40 dengan subindeks materials naik 0,66%. Saham sektor tambang melaju kencang dengan Rio Tinto bertambah 1,59%, Fortescue Metals Group melonjak 6,86% dan BHP Billiton naik 1,18%.
Sementara kejatuhan justru dialami Indeks Kospi yang berakhir kehilangan 0,22% lebih rendah pada level 2.190,66 dengan industri kelas berat seperti Samsung Electronics menurun 0,55%.
Sebelumnya IHSG pada perdagangan siang tergelicir ke zona merah usai kehilangan 3,75 poin yang setara minus 0,06% ke level 6.496,14 setelah pagi tadi dibuka menguat naik 20,890 poin atau 0,32% menjadi 6.520,77. Sedangkan Jumat, kemarin bursa saham Tanah Air parkir di posisi 6.499,88.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam menimpa infrastruktur minus 0.79% diikuti kejatuhan sektor keuangan hingga -0.60% sedangkan kenaikan tertinggi dicetak pertambangan dengan tambahan 1.41%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,28 triliun dengan 12,47 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp545,35 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,12 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,57 triliun. Tercatat sebesar 202 saham menguat, 239 saham melemah dan 149 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.675 menjadi Rp94.400, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp450 menjadi Rp5.250 dan PT Waran Seri I Pool Advista Finance Tbk. (POLA-W) meningkat Rp275 ke posisi Rp1.200.
Selanjutnya saham-saham lain dengan pelemahan yakni PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) turun Rp975 menjadi Rp5.425, PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp75 ke posisi Rp7.150 serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) berkurang Rp50 menjadi Rp2.950.
Di sisi lain saham-saham daratan China menguat pada perdagangan, Senin menyusul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China mungkin hampir menyelesaikan kesepakatan perdagangan, dengan Beijing menawarkan untuk menurunkan tarif pada beberapa produk-produk AS.
Pada akhir hari perdagangan, komposit Shanghai naik 1,12% hingga ditutup ke level 3.027,58 untuk menembus level 3.000 pertama kalinya sejak Juni 2018. Sementara itu komposit Shenzhen bertambah 2.21% hingga menyelesaikan sesi perdagangan awal pekan di posisi 1.599,48.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga meningkat mencapai 0,51% menjadi 28.959,59 ketika saham perusahaan telekomunikasi asalah China ZTE naik hingga 1,84%. Selanjutnya sebagian besar bursa Asia lainnya juga mencetak hasil positif.
Terpantau indeks Nikkei Jepang naik 1,02% yang hingga akhir sesi bertengger pada level 21.822,04 seiring saham kelas berat seperti Fanuc melonjak 3,48%. Raihan tersebut mengiringi laju Topix pada zona hijau usai lebih tinggi 0,73% menutup perdagangan hari ini ke posisi 1.627,59.
Lonjakan tipis terjadi pada bursa patokan Australia saat ASX 200 bertambah 0,4% menjadi 6.217,40 dengan subindeks materials naik 0,66%. Saham sektor tambang melaju kencang dengan Rio Tinto bertambah 1,59%, Fortescue Metals Group melonjak 6,86% dan BHP Billiton naik 1,18%.
Sementara kejatuhan justru dialami Indeks Kospi yang berakhir kehilangan 0,22% lebih rendah pada level 2.190,66 dengan industri kelas berat seperti Samsung Electronics menurun 0,55%.
(akr)
Lihat Juga :