BI Diprediksi Masih Akan Tahan Suku Bunga Acuan

Senin, 04 Maret 2019 - 19:01 WIB
BI Diprediksi Masih...
BI Diprediksi Masih Akan Tahan Suku Bunga Acuan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menahan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap sebesar 6%. Faktornya adalah melihat risiko global yang masih tinggi dan sikap kebijakan The Fed yang masih menahan bunga acuannya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memandang, rilis beberapa data internasional juga menjadi kekhawatiran adanya aliran modal keluar pada Maret ini. Data Indeks manufaktur ISM (Institute for Supply Management) AS menunjukkan penurunan manufaktur terendah sejak November 2016.

"Data indeks kepercayaan konsumen versi Michigan University yang rendah bulan Februari. Serta data US Commerce Dept menunjukkan tingkat inflasi dan pendapatan rumah tangga anjlok untuk pertama kalinya sejak tiga tahun terakhir," kata Bhima saat dihubungi, Senin (4/3/2019).

Sementara itu, investor asing mulai mencatatkan net penjualan bersih di bursa saham Rp1,63 triliun sepekan terakhir mengantisipasi laporan keuangan beberapa emiten yang tidak sesuai ekspektasi.

Menurut dia, aksi jual ini berisiko menekan rupiah. Maka dari itu, lebih baik BI bersikap wait and see terlebih dahulu. "Tren perekonomian dunia masih akan berkisar 3-3.5% hingga 2020. Perang dagang mempengaruhi kinerja motor utama ekonomi dunia baik China, AS dan Eropa," ungkapnya.

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengungkapkan, dengan mempertimbangkan tren kebijakan moneter global yang cenderung melonggar atau dovish, besar kemungkinan sampai berakhirnya kuartal pertama 2019 ini dan berlanjut hingga semester pertama 2019 ini BI belum akan menaikkan BI7DRR atau bunga acuan.

Langkah ini penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah melemahnya perekonomian sejumlah negara (AS, China, Jepang, Eropa) dan arah ekspektasi inflasi domestik yang melandai sesuai sasaran di 3,5%.

"Dengan langkah ini pula nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan stabil di kisaran Rp14.000-an di sepanjang 2019 karena real effective interest rate dalam rupiah masih menarik bagi investor asing," ujar Ryan saat dihubungi. Bahkan, kata dia, ada hal yang menggembirakan dimana ada kemungkinan besar the Fed hanya akan menaikkan FFR satu kali tahun ini menjadi 2,5-2,75%. "Atau bahkan tidak menaikkan sama sekali alias bertahan di level 2,25-2,5%," imbuhnya.

Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi koreksi pertumbuhan ekonomi AS di tengah inflasinya yang juga menjauh dari 2%.

Peneliti Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah pun masih meyakini BI tetap akan menahan suku bunga. Akan tetapi, suku bunga acuan bisa turun kalau the fed menurunkan suku bunga, dan kondisi domestik, nilai tukar dan inflasi stabil rendah.

Di luar kondisi itu, menurut dia terlalu berisiko untuk BI menurunkan suku bunga. Kalau BI menurunkan suku bunga saat the Fed menahan suku bunga, interest rate differential akan menyempit, ada risiko tertahan atau bahkan berbaliknya arus modal asing yang masuk. "Dampaknya akan menekan rupiah," kata dia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara memperkirakan, kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) akan lebih rendah dan pengurangan neraca bank sentral menjadi lebih kecil dari rencana. Perkembangan ekonomi dan keuangan global tersebut di satu sisi memberikan tantangan dalam mendorong ekspor, namun di sisi lain meningkatkan aliran masuk modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Berita Terkini
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
1 menit yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
13 menit yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
14 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
31 menit yang lalu
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
35 menit yang lalu
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
1 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved