IHSG Berakhir Menghijau Saat Bursa China Menguat Tajam
Rabu, 06 Maret 2019 - 16:59 WIB
IHSG Berakhir Menghijau Saat Bursa China Menguat Tajam
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (6/3/2019) berakhir menghijau untuk melangkapi raihan positif sepanjang hari ini. Hingga akhir sesi, IHSG ditutup menguat ke level 6.457,96 dengan tambahan 16.68 poin atau 0.26%.
Sebelumnya IHSG pada perdagangan sesi I siang menjaga tren positif dengan tambahan 11.91 poin atau setara 0.18% ke level 6.453,19 setelah kemarin jatuh 47,14 poin atau 0,73% ke level 6.441,28 saat bursa utama Asia bergerak variatif.
Sektor saham dalam negeri kebanyakan mencetak kinerja positif dipimpin lesatan sektor keuangan sebesar 0.76% serta industri dasar meningkat 0.57%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa Infrastruktur yang kehilangan minus 0,79% dan pertambangan jatuh 0,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp15,11 triliun dengan 23,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp4,12 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp5,06 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp9,18 triliun. Tercatat sebesar 220 saham menguat, 204 melemah dan 153 stagnan.
Di sisi lain pasar saham daratan China menguat tajam hingga sesi sore perdagangan, Rabu untuk memberikan harapan dalam langkah-langkah stimulus yang dilakukan Beijing. Komposit Shanghai melonjak 1,57% hingga ditutup menjadi 3.102,10 dan Komposit Shenzhen menanjak naik 1,49% ke level 1.660,41.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga diperdagangkan pada wilayah positif usai mendapatkan tambahan sebesar 76,0 poin atau 0.26% di posisi 29.037,60. Langkah-langkah stimulus yang diumumkan oleh Beijing, kemarin di antaranya menekan pengeluaran biaya infrastruktur dan pemotongan pajak dan biaya senilai hampir 2 triliun yuan (Setara USD 289,28 miliar).
Sisanya cenderung mendatar pada wilayah Asia, saat Indeks Nikkei Jepang kehilangan 0,6% untuk bertengger pada level 21.596,81 serta mengiringi kejatuhan indeks Topix hingga 0,25% dan berakhir menjadi 1.615,25. Saham Fast Retailing, di belakang peritel toko pakaian Uniqlo, turun lebih dari 2%.
Selanjutnya di Korea Selatan, Indeks Kospi tergelincir 0,17% di posisi 2.175,60 dengan industri kelas berat seperti Samsung Electronics pulih sedikit untukkemudian kembali tergelincir 0,56% setelah mengalami penurunan tajam sebelumnya. Bursa patokan Australia yakni ASX 200 melompat 0,64% tetapi dolar Australia turun ke level terendah dua bulan ke 0,7031 terhadap USD.
Sebelumnya IHSG pada perdagangan sesi I siang menjaga tren positif dengan tambahan 11.91 poin atau setara 0.18% ke level 6.453,19 setelah kemarin jatuh 47,14 poin atau 0,73% ke level 6.441,28 saat bursa utama Asia bergerak variatif.
Sektor saham dalam negeri kebanyakan mencetak kinerja positif dipimpin lesatan sektor keuangan sebesar 0.76% serta industri dasar meningkat 0.57%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa Infrastruktur yang kehilangan minus 0,79% dan pertambangan jatuh 0,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp15,11 triliun dengan 23,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp4,12 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp5,06 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp9,18 triliun. Tercatat sebesar 220 saham menguat, 204 melemah dan 153 stagnan.
Di sisi lain pasar saham daratan China menguat tajam hingga sesi sore perdagangan, Rabu untuk memberikan harapan dalam langkah-langkah stimulus yang dilakukan Beijing. Komposit Shanghai melonjak 1,57% hingga ditutup menjadi 3.102,10 dan Komposit Shenzhen menanjak naik 1,49% ke level 1.660,41.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga diperdagangkan pada wilayah positif usai mendapatkan tambahan sebesar 76,0 poin atau 0.26% di posisi 29.037,60. Langkah-langkah stimulus yang diumumkan oleh Beijing, kemarin di antaranya menekan pengeluaran biaya infrastruktur dan pemotongan pajak dan biaya senilai hampir 2 triliun yuan (Setara USD 289,28 miliar).
Sisanya cenderung mendatar pada wilayah Asia, saat Indeks Nikkei Jepang kehilangan 0,6% untuk bertengger pada level 21.596,81 serta mengiringi kejatuhan indeks Topix hingga 0,25% dan berakhir menjadi 1.615,25. Saham Fast Retailing, di belakang peritel toko pakaian Uniqlo, turun lebih dari 2%.
Selanjutnya di Korea Selatan, Indeks Kospi tergelincir 0,17% di posisi 2.175,60 dengan industri kelas berat seperti Samsung Electronics pulih sedikit untukkemudian kembali tergelincir 0,56% setelah mengalami penurunan tajam sebelumnya. Bursa patokan Australia yakni ASX 200 melompat 0,64% tetapi dolar Australia turun ke level terendah dua bulan ke 0,7031 terhadap USD.
(akr)
Lihat Juga :