Indef Nilai Dana Riset Abadi Harus Dikelola BPPT atau LIPI

Rabu, 13 Maret 2019 - 10:03 WIB
Indef Nilai Dana Riset...
Indef Nilai Dana Riset Abadi Harus Dikelola BPPT atau LIPI
A A A
JAKARTA - Pemerintah diketahui berencana membentuk dana bergulir untuk pengelolaan riset dan pengembangan (Research and Development/R&D). Sebelumnya, kritik terhadap jumlah dana R&D di Indonesia ini sempat mencuat melalui cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati belum lama ini mengatakan, pembentukan dana riset abadi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung lahirnya inovasi baru. Inisiatif pembentukan dana itu menurutnya dapat mendukung pemerintah untuk mendukung lebih banyak perusahaan rintisan (startup) teknologi di dalam negeri yang tumbuh menjadi unicorn.

Menkeu mengatakan, kajian pembentukan dana itu masih dilakukan bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristedikti) untuk mengindentifikasi kembali kebutuhan anggaran riset yang diperlukan di dalam negeri. Secara bersamaan, pemerintah juga mengkaji institusi yang akan berperan sebagai pengelola dana tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Institue for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, dana riset abadi yang dicanangkan pemerintah harusnya tak terpisah di setiap kementerian dan lembaga. Menurutnya, harus ada lembaga yang menjadi koordinator penggunaan dana riset abadi tersebut.

"Kita kan punya BPPT dan LIPI untuk riset dan penelitian. Jadi menurut saya, dana riset abadi ini dikoordinasikan oleh lembaga yang khusus riset dan pengembangan seperti BPPT atau LIPI. Jadi tidak ada lagi lembaga-lembaga atau kementerian yang memegang dana itu kecuali lembaga yang ditunjuk," kata Enny kepada media di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Enny menegaskan seluruh kegiatan inovasi pasti memerlukan riset, terutama dunia digital atau startup. Namun, lanjutnya, pemerintah hingga saat ini belum juga membuat payung hukum terkait dunia digital.

"Itu tidak beres-beres. Dalam setiap kebijakan harus ada pertimbangan yang matang. Apalagi harus melalui riset yang memiliki nilai tambah tinggi untuk perekonomian," pungkasnya
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peluncuran Pusat Riset...
Peluncuran Pusat Riset dan Pengembangan Pertanian Bayer Juara di Klaten
Peneliti Indef Ungkap...
Peneliti Indef Ungkap 2 Jenis Perilaku UMKM
Mas Bud! Nih Fakta Pahit...
Mas Bud! Nih Fakta Pahit dari Indef Soal Industri 4.0
Dimulainya Kolaborasi...
Dimulainya Kolaborasi Pengembangan Riset Ilmiah dan Pengujian Lingkungan
Teknologi dan Riset...
Teknologi dan Riset RI Lemah, Indef: Ini Alasan Silicon Valley Ala Indonesia Dibangun
Kebutuhan Sel Punca...
Kebutuhan Sel Punca Meningkat, Riset dan Pengembangan Bioteknologi Digenjot
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved