Permintaan Domestik Diyakini Menopang Pertumbuhan Ekonomi RI

Rabu, 20 Maret 2019 - 05:13 WIB
Permintaan Domestik...
Permintaan Domestik Diyakini Menopang Pertumbuhan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Permintaan domestik diyakini tetap menjadi peyangga utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal awal tahun ini sebagaimana yang diharapkan, meskipun datanya beragam. Pertumbuhan PDB meningkat pada Q4 2018 menjadi 5,2% dari tahun-ke-tahun, tidak berubah dari kuartal sebelumnya dan mendorong pertumbuhan setahun penuh menjadi 5,2%, naik sedikit dari 5,1% pada tahun 2017.

Pengeluaran konsumen sedikit meningkat, bertambah 5,1% dari tahun-ke-tahun yang dibantu oleh inflasi ringan dan pasar tenaga kerja yang sehat. Di waktu mendatang, inflasi yang sedikit lebih tinggi dan rencana kenaikan upah minimum yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu cenderung membebani pertumbuhan pendapatan rumah tangga riil dan pertumbuhan biaya perolehan utilitas, sehingga mengimbangi dampak dana tambahan kampanye dalam Anggaran tahun 2018.

Pertumbuhan dalam pengeluaran anggaran belanja dan investasi pemerintah melambat di tengah upaya untuk menurunkan beban pengeluaran dan mengurangi laju investasi infrastruktur. Selain itu, langkah-langkah yang baru saja diumumkan untuk meredakan impor, termasuk penundaan beberapa proyek dan impor modal (terkait dengan rencana investasi pemerintah dan BUMN tertentu) diharapkan dapat mendorong keinginan berinvestasi.

“Meskipun kami berharap agar investasi tetap menunjang di tahun ini, risikonya telah meningkat. Potensi memburuknya laporan posisi keuangan Badan Usaha Milik Negara, ketidakpastian profitabilitas beberapa proyek infrastruktur, dan defisit transaksi berjalan yang lebih besar merupakan tantangan prospek di Indonesia. Ditambah dengan lingkungan ekspor yang kurang memadai di tengah redamnya permintaan impor Tiongkok, pertumbuhan PDB diperkirakan menurun menjadi 5% tahun ini, dari 5,2% pada tahun 2018," ujar Direktur Regional ICAEW, South-East Asia Mark Billington.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD turun 10% antara akhir Q1 2018 dan akhir Oktober 2018, saat dolar menguat dan adanya tekanan terhadap Perkembangan sejumlah Pasar valuta asing. "Dalam menghadapi ini, termasuk defisit transaksi berjalan yang lebih luas, Bank Indonesia (BI) berusaha untuk mendukung Rupiah dan membatasi ketidakseimbangan eksternal Indonesia, dengan dengan kenaikan 175bp dari kenaikan suku bunga sejak Mei," paparnya.

Dengan ekspektasi The Fed melanjutkan pengetatan kebijakan moneter AS di akhir tahun ini, kepemilikan asing yang tinggi atas obligasi Indonesia (hampir 40%) bisa menyebabkan IDR kembali rentan terhadap perubahan sentimen investor. "Tingkat kebijakan BI kemungkinan akan naik sepanjang tahun ini, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat dibandingkan tahun 2018. Secara keseluruhan, BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga satu kali di tahun ini sebesar 25 basis poin di Q3," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
21 menit yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
36 menit yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
2 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved