Asuransi Berbasis Aplikasi SIAP Makin Diminati Petani

Selasa, 26 Maret 2019 - 23:37 WIB
Asuransi Berbasis Aplikasi...
Asuransi Berbasis Aplikasi SIAP Makin Diminati Petani
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian terus mensosialisasikan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) berbasis online (dalam jaringan atau daring) melalui Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Sistem ini mampu menarik minat petani untuk ikut program asuransi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Mulyadi Hendiawan, mengatakan banyak daerah yang merespon dengan baik, sehingga sosialiasi SIAP banyak dilakukan oleh daerah.

Daerah yang sudah melakukan sosialisasi antara lain Lampung, Sumatra Selatan, Yogyakarta, Medan, Banten, dan provinsi lainnya. Sistem ini menarik minat petani untuk ikut program asuransi. Aplikasi SIAP merupakan hasil kerjasama antara Kementan dengan Jasindo untuk mempermudah pendaftaran dan pendataan asuransi.

"Aplikasi SIAP menjadi salah satu jawaban atas keluhan para dinas pertanian di seluruh Indonesia dan beberapa pihak lainnya mengenai penyajian data atau pendaftaran asuransi tani," ujar Mulyadi dalam keterangan resmi, Selasa (26/3/2019).

Berdasarkan data Kementan 2018, realisasi AUTP sekitar 806.199,64 hektar (ha) dari target 1 juta ha (80,62%), turun dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 997.961 ha. Klaim tahun 2017 tercatat seluas 25.028 ha, sedangkan klaim kerugian tahun 2018 hanya mencapai 12.194 ha (1,51%).

Penuruan pencapaian target tersebut salah satunya disebabkan karena ada perbaikan administasi di tingkat daerah. Beberapa dinas tidak merekap jumlah petani yang ikut asuransi.

Jika polis asuransi dikirim pihak Jasindo ke alamat kelompok tani, maka biasanya tidak tercatat di dinas. Namun, jika polis asuransi petani itu dikirim melalui dinas, maka akan dicatat.

"Ini menjadi temuan pemeriksa, karena terkait dengan klaim yang dibayar. Tahun lalu, kita benahi administasi ini, maka capaian target sedikit agak turun," tegas Mulyadi.

Namun, tahun 2019, target luasan 1 juta ha nampaknya akan tercapai karena sekarang pendaftaran bisa melalui online SIAP. Sistem daring ini mempermudah petani untuk ikut asuransi.

Selain itu, pembayaran klaim hanya diberikan pada petani yang masuk dalam SK Dinas tentang Daftar Peserta Definitif (DPD) asuransi. Selama ini tidak semua peserta AUTP tercantum dalam SK. "Nah, mulai tahun lalu kita benahi, sehingga klaim hanya dibayarkan jika nama petani tercatat dalam SK tersebut," tegasnya.

Mulyadi menyebutkan, sebenarnya sampai saat ini tidak ada kendala yang cukup berarti, baik klaim maupun pembayaran premi. Kementan bersama perusahaan asuransi Jasindo terus mengajak para petani padi untuk mengasuransi lahannya.

Selain itu, para penyuluh pertanian diminta untuk lebih aktif mensosialisasikan program asuransi kepada petani, terutama pada saat musim tanam seperti sekarang ini.

"Kita minta teman-teman penyuluh mensosialisasikan program asuransi ini karena asuransi ini melindungi kerugian petani jika areal tanamannya kena musibah," ungkapnya.

Menurut Mulyadi, potensi untuk mengajak petani masuk asuransi adalah pada saat musim tanam, karena areal yang mau di-cover asuransi adalah yang petani tanam.

"Penyuluh punya power untuk menarik petani atau mengumpulkan petani. Dalam pertemuan itu, penyuluh bisa mensosialisasikan asuransi. Hal ini lebih efektif. Penyuluh mestinya paham tugas dan fungsinya," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jasindo: Asuransi Usaha...
Jasindo: Asuransi Usaha Tani Padi Solusi di Tengah Cuaca Tak Menentu
Dilindungi Asuransi,...
Dilindungi Asuransi, Petani Luwu Utara Kini Lebih Tenang
Jasindo Perluas Program...
Jasindo Perluas Program Asuransi Pertanian untuk Meningkatkan Swasembada Pangan
Pemkab Lutra Asuransikan...
Pemkab Lutra Asuransikan Belasan Ribu Hektare Lahan Pertanian
Jasindo Gencarkan Literasi...
Jasindo Gencarkan Literasi Asuransi untuk Petani di Jawa Barat
30 Ribu Hektare Lahan...
30 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lampung Sudah Diasuransikan
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
32 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved