Mentan: Hukum Seberatnya Mafia Pertanian
Jum'at, 29 Maret 2019 - 14:54 WIB
Mentan: Hukum Seberatnya Mafia Pertanian
A
A
A
BREBES - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman apresiasi Polres Brebes yang telah menangkap pemalsu pestisida, Selasa (27/03/2019) lalu. "Hukum seberatnya, karena pemalsuan pestisida bagian dari mafia pertanian," kata Menteri saat memberikan bantuan kepada masyarakat Brebes dan sekitarnya, di Pendopo Brebes, Jumat (29/03/2019).
Menteri Pertanian mengatakan Kementerian Pertanian serius memberantas mafia pertanian. Hingga saat ini tercatat 782 perusahaan yang ditutup oleh satgas pangan terkait mafia pertanian. "Akibat mafia, membuat produksi nol. Saya siap letakkan jabatan jika tidak ditangkap mafia itu," tegas Menteri.
Pemalsuan pestisida di Brebes terjadi lantaran penggunaan pestisida di Brebes terbilang tertinggi bisa mencapai 330.000 liter untuk sekali musim tanam bawang merah. Karena itu Brebes menjadi ladang subur dalam pemalsuan pestisida. Pasalnya pestisida bagi petani bawang merah menjadi harapan meningkatkan hasil panen.
Dengan ditangkapnya pemalsu pestisida di sisi lain merupakan saat yang tepat untuk mengedukasi petani khususnya bawang merah agar beralih menggunakan pestisida organik atau hayati. Hal itu diutarakan Suwandi Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi yang mendampingi Mentan di Brebes. "Ini momentum bagus, saya apresiasi pada Kepolisian berantas mafia pestisida, " ujar Dirjen.
Suwandi menjelaskan pestisida kimia dan pestisida organik sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran. Namun masih banyak petani yang menggunakan pestisida kimia. Dengan adanya mafia tersebut Dirjen menganjurkan agar petani teliti sebelum membeli pestisida. Selain itu Suwandi juga mengimbau agar petani gunakan pestisida organik. "Kami menganjurkan petani bikin sendiri pestisida yang ramah lingkungan. Dengan bikin sendiri lebih mudah dan murah. Bagi petani yang mau tahu cara membuat pestisida hayati dari limbah ternak dan tanaman bisa mendatangi dinas-dinas pertanian," tutur Suwandi.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Brebes Yulia, pestisida organik sudah lama dikenalkan kepada petani bawang merah di Brebes. Namun Yulia mengakui masyarakat ragu dengan pestisida organik karena takut gagal panen.
"Tapi kami akan terus melakukan edukasi pestisida organik ini. Sekarang di Brebes sudah ada lima hektare bawang putih dan dua hektare bawang putih menggunakan pestisida organik. Baru seminggu sekali. Sementara pestisida kimia tetap masih digunakan dua hari sekali. Bertahap dulu. Sampai benar-benar sepenuhnya pakai organik. Dengan organik hasil panen bisa meningkat 20%," jelas Yulia.
Yulia mengatakan pestisida organik yang digunakan di Brebes berbahan batok cair. Meski belum bisa produk sendiri pestisida organik ini lebih aman. Selama ini penggunaan pestisida organik hasil pendampingan dengan Bank Indonesia dan pemerintah.
Menteri Pertanian mengatakan Kementerian Pertanian serius memberantas mafia pertanian. Hingga saat ini tercatat 782 perusahaan yang ditutup oleh satgas pangan terkait mafia pertanian. "Akibat mafia, membuat produksi nol. Saya siap letakkan jabatan jika tidak ditangkap mafia itu," tegas Menteri.
Pemalsuan pestisida di Brebes terjadi lantaran penggunaan pestisida di Brebes terbilang tertinggi bisa mencapai 330.000 liter untuk sekali musim tanam bawang merah. Karena itu Brebes menjadi ladang subur dalam pemalsuan pestisida. Pasalnya pestisida bagi petani bawang merah menjadi harapan meningkatkan hasil panen.
Dengan ditangkapnya pemalsu pestisida di sisi lain merupakan saat yang tepat untuk mengedukasi petani khususnya bawang merah agar beralih menggunakan pestisida organik atau hayati. Hal itu diutarakan Suwandi Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi yang mendampingi Mentan di Brebes. "Ini momentum bagus, saya apresiasi pada Kepolisian berantas mafia pestisida, " ujar Dirjen.
Suwandi menjelaskan pestisida kimia dan pestisida organik sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran. Namun masih banyak petani yang menggunakan pestisida kimia. Dengan adanya mafia tersebut Dirjen menganjurkan agar petani teliti sebelum membeli pestisida. Selain itu Suwandi juga mengimbau agar petani gunakan pestisida organik. "Kami menganjurkan petani bikin sendiri pestisida yang ramah lingkungan. Dengan bikin sendiri lebih mudah dan murah. Bagi petani yang mau tahu cara membuat pestisida hayati dari limbah ternak dan tanaman bisa mendatangi dinas-dinas pertanian," tutur Suwandi.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Brebes Yulia, pestisida organik sudah lama dikenalkan kepada petani bawang merah di Brebes. Namun Yulia mengakui masyarakat ragu dengan pestisida organik karena takut gagal panen.
"Tapi kami akan terus melakukan edukasi pestisida organik ini. Sekarang di Brebes sudah ada lima hektare bawang putih dan dua hektare bawang putih menggunakan pestisida organik. Baru seminggu sekali. Sementara pestisida kimia tetap masih digunakan dua hari sekali. Bertahap dulu. Sampai benar-benar sepenuhnya pakai organik. Dengan organik hasil panen bisa meningkat 20%," jelas Yulia.
Yulia mengatakan pestisida organik yang digunakan di Brebes berbahan batok cair. Meski belum bisa produk sendiri pestisida organik ini lebih aman. Selama ini penggunaan pestisida organik hasil pendampingan dengan Bank Indonesia dan pemerintah.
(akn)
Lihat Juga :