Gubernur Bank of England: Peluang Brexit Tanpa Kesepakatan Sangat Tinggi

Kamis, 04 April 2019 - 14:42 WIB
Gubernur Bank of England:...
Gubernur Bank of England: Peluang Brexit Tanpa Kesepakatan Sangat Tinggi
A A A
LONDON - Gubernur Bank of England Mark Carney memperingatkan, bahwa risiko Inggris tersandung Brexit tanpa kesepakatan sangat tinggi. Seperti diketahui negosiasi keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa (UE) masih berlarut-larut, dimana keduanya belum menyepakati aturan perdagangan hingga sektor keuangan pasca perceraian.

Carney mengatakan, kepada Sky News bahwa meskipun kemajuan terlihat sangat nyata akan tetapi Ia mengingatkan untuk bersiap pergi tanpa kesepakatan sehingga banyak hal yang perlu dikhawatirkan". Ditambah menurutnya omong kosong suatu kesepakatan tidak dapat dicapai dengam mudah.

Para kritikus dinilai akan melihat pernyataan itu sebagai intervensi politik lainnya. Agustus lalu, gubernur mengatakan risiko Inggris pergi tanpa kesepakatan "terasa sangat tidak nyaman", dan komentar terakhirnya tampaknya meningkatkan risiko.

Dia mengatakan bahwa sejak sambutannya tahun lalu situasinya tidak membaik. "Sayangnya, kupikir itu terbukti akurat. Sekarang peluangnya sangat tinggi," ujar Gubernur Bank of England Mark Carney.

Opsi default Inggris adalah meninggalkan Uni Eropa pada 12 April, mendatang. Sementara Rabu kemarin, Perdana Menteri Theresa May mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn untuk mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan saat ini. Tapi hal itu menuai kritik dari beberapa anggota parlemen Konservatif Tory.

"Kita berada dalam situasi dimana kehendak yang diungkapkan Parlemen beberapa ingin capai kesepakatan, jadi untuk menempatkannya di ganda negatif. Parlemen menentang tanpa kesepakatan, pemerintah seperti yang diungkapkan oleh perdana menteri juga menentang tanpa kesepakatan, Uni Eropa menentang tanpa kesepakatan, namun kemungkinan, itu adalah opsi default," paparnya.

Sambung Carney bersikeras, bahwa pusat keuangan London siap untuk mengatasi dampak dari Brexit tanpa kesepakatan. "Ada banyak hal yang perlu dikhawatirkan jika Brexit tidak ada kesepakatan, tetapi sektor keuangan bukan salah satunya," tegasnya yakin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
36 menit yang lalu
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
55 menit yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
1 jam yang lalu
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Obat, Ini 5 Cara...
Tanpa Obat, Ini 5 Cara untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved