Prabowo Sindir Pertumbuhan Ekonomi 5%, Luhut: Prabowo Aneh

Senin, 08 April 2019 - 14:15 WIB
Prabowo Sindir Pertumbuhan...
Prabowo Sindir Pertumbuhan Ekonomi 5%, Luhut: Prabowo Aneh
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, angkat suara soal sindiran yang dilayangkan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pertumbuhan ekonomi yang terus berada di kisaran 5%.

Dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (7/4/2019), Prabowo menyebut meski pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5%, namun angka itu bukan menunjukkan Indonesia dalam kondisi yang baik. Menurut Prabowo, kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan tidak sehat, dimana masih banyak masyarakat hidup dalam garis kemiskinan.

Luhut menyatakan, dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global saat ini, maka pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% merupakan pencapaian yang baik. Bahkan, beberapa negara malah mengalami krisis karena tidak mampu bertahan ditengah gejolak, seperti Agentina dan Venezuela.

"Dalam kondisi begini, mempertahankan ekonomi tetap tumbuh 5% itu baik. Bukan kita saja yang bilang, semuanya. Jadi kalau dibilang 'ndasmu', aneh juga. Kok kasar begitu," kata Luhut di Gedung Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dia menyatakan, menjaga ekonomi untuk terus mengalami pertumbuhan bukanlah hal sederhana. Menurutnya, saat ini pemerintah mampu mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kredibel sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"APBN kita itu kredibel, jadi salahnya dimana?," kata dia.

Luhut bahkan menyindir, apakah memang Prabowo mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi jika terpilih kelak. "Kalau ada yang bilang dalam 100 hari, ekonomi tumbuh 8%, saya ingin belajar juga dari dia," tutup Luhut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Luhut: Indonesia Bisa...
Luhut: Indonesia Bisa Jadi Ekonomi Terbesar No 7 Dunia di Tahun 2030
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
3 Bulan Pimpin Republik...
3 Bulan Pimpin Republik Indonesia, Prabowo Makin Pede dengan Potensi Ekonomi Tumbuh 8%
Kejutan! Prabowo Tunjuk...
Kejutan! Prabowo Tunjuk Luhut Binsar Pandjaitan Jadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi RI Merosot, Luhut Sebut Masih Tiga Besar di Asia
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved