Solusi untuk Pelaku Usaha F&B di Tengah Kenaikan Harga Bahan Baku
Jum'at, 22 November 2024 - 19:04 WIB
loading...
Suasana Gerai Leaves
A
A
A
JAKARTA - Industri makanan dan minuman (F&B) saat ini menghadapi tantangan signifikan akibat kenaikan harga bahan baku, seperti gula, susu, teh, dan buah-buahan segar. Kenaikan harga ini berdampak pada biaya operasional dan juga daya saing pelaku usaha di pasar.
Laporan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Continuum Data Indonesia pada 2022 menyebutkan, “Dari sudut pandang perekonomian, ditemukan dua faktor penyebab naiknya sejumlah harga bahan pokok. Pertama, pasca pulih dari pandemi, permintaan tidak berbanding lurus dengan persediaan, dan kedua, terjadinya disrupsi supply chain.” Kondisi ini memaksa pelaku usaha untuk memilih antara menaikkan harga jual atau mempertahankan harga agar tetap kompetitif, meskipun margin keuntungan semakin kecil.
Oleh karena itu, efisiensi operasional menjadi langkah strategis yang perlu dipahami pelaku usaha untuk menghadapi situasi ini. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan bahan baku atau produk yang dirancang untuk mempermudah proses produksi tanpa mengurangi kualitas.
Baca Juga : Kemendagri Imbau Pemda Perhatikan Fluktuasi Harga Komoditas
Produk minuman seperti jali-jali (barley) dan herbal tea menjadi contoh konkret tantangan ini, karena proses pembuatannya memerlukan waktu lebih lama dan alat khusus, yang meningkatkan biaya operasional. Hal ini membuat pelaku usaha kesulitan berinovasi, padahal inovasi sangat penting agar tetap relevan di pasar.
Laporan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Continuum Data Indonesia pada 2022 menyebutkan, “Dari sudut pandang perekonomian, ditemukan dua faktor penyebab naiknya sejumlah harga bahan pokok. Pertama, pasca pulih dari pandemi, permintaan tidak berbanding lurus dengan persediaan, dan kedua, terjadinya disrupsi supply chain.” Kondisi ini memaksa pelaku usaha untuk memilih antara menaikkan harga jual atau mempertahankan harga agar tetap kompetitif, meskipun margin keuntungan semakin kecil.
Oleh karena itu, efisiensi operasional menjadi langkah strategis yang perlu dipahami pelaku usaha untuk menghadapi situasi ini. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan bahan baku atau produk yang dirancang untuk mempermudah proses produksi tanpa mengurangi kualitas.
Baca Juga : Kemendagri Imbau Pemda Perhatikan Fluktuasi Harga Komoditas
Produk minuman seperti jali-jali (barley) dan herbal tea menjadi contoh konkret tantangan ini, karena proses pembuatannya memerlukan waktu lebih lama dan alat khusus, yang meningkatkan biaya operasional. Hal ini membuat pelaku usaha kesulitan berinovasi, padahal inovasi sangat penting agar tetap relevan di pasar.
Lihat Juga :