PTDI Kantongi Pemesanan Satu Helikopter Super Puma dari Kemhan

Jum'at, 12 April 2019 - 23:13 WIB
PTDI Kantongi Pemesanan...
PTDI Kantongi Pemesanan Satu Helikopter Super Puma dari Kemhan
A A A
BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mendapat pesanan satu armada Helikopter Super Puma NAS-332 C1+ dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Kontrak tersebut berbarengan dengan 25 kontrak pengadaan Kemhan RI.

Penandatanganan komitmen jual beli antara PTDI dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dilakukan pejabat Pembuat Komitmen, Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI Bambang Kusharto dan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), Irzal Rinaldi Zailani.

Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro mengatakan, kontrak jual beli Helikopter Super Puma NAS-332 C1+ meliputi satu unit Helikopter, termasuk pelatihan untuk penerbang dan teknisi, publikasi teknis dan suku cadang.

“Helikopter Super Puma NAS-332 C1+ dapat terbang selama empat jam dengan kecepatan maksimum 306 km/jam. Helikopter ini mampu mengangkut 18 pasukan dan 3 crew,” kata Elfien, Jumat (12/4/2019).

Helikopter ini merupakan heli angkut berat multipurpose yang dapat digunakan untuk military transport, cargo, paratroop transport, medical evacuation, serta VIP. Helikopter Super Puma NAS-332 C1+ akan dilengkapi dengan Hoist untuk menarik atau mengevakuasi korban pada sisi pintu kanan.

Selain itu, helikopter ini juga memiliki sling yang berfungsi untuk membawa barang atau kendaraan taktis dengan beban maksimal 4,5 ton. “Penandatanganan kontrak ini merupakan komitmen PTDI untuk dapat selalu memenuhi kebutuhan operasi,” jelas Elfien Goentoro.

Diketahui, Helikopter Super Puma NAS-332 C1+ merupakan produk PTDI yang dilengkapi dengan Avionic Glass Cockpit, disertai sensor optik AHRS (Attitude Heading and Reference System), teknologi FMS (Flight Management System). Instrumen yang digunakan pilot untuk mengatur rencana terbang (Flight Plan) meliputi jalur yang akan dilewati helikopter, SAR Direction Finder untuk menangkap sinyal ELT (Emergency Locator Transmitter), NVG (Night Vision Goggle), Weather Radar dan Emergency Floatation untuk melakukan pendaratan darurat di atas air.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PTDI Kantongi Kontrak...
PTDI Kantongi Kontrak Proyek Rp22,7 Triliun dari Prabowo Subianto, Ini Rinciannya
Baykar-PT Republik Aero...
Baykar-PT Republik Aero Dirgantara Kembangkan Drone Bayraktar Kizilelma untuk Indonesia
Diskusi Kemandirian...
Diskusi Kemandirian Hankam, Rektor Unhan: Dukung Industri Pertahanan dalam Negeri
PTDI Sebut Kemhan Pesan...
PTDI Sebut Kemhan Pesan 10 Pesawat N219 Hasil Karya Anak Bangsa
Terkejut Sikap JPU,...
Terkejut Sikap JPU, Kuasa Hukum Minta Hakim Perhatikan Fakta Persidangan
PT NKRI Pastikan Kemandirian...
PT NKRI Pastikan Kemandirian Industri Pertahanan akan Berdampak Positif bagi Ekonomi
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
11 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved