Senjata Pamungkas Dalam Isu Ekonomi di Debat Terakhir Capres-Cawapres

Sabtu, 13 April 2019 - 17:41 WIB
Senjata Pamungkas Dalam...
Senjata Pamungkas Dalam Isu Ekonomi di Debat Terakhir Capres-Cawapres
A A A
JAKARTA - Debat kelima pemilihan presiden 2019 akan digelar 13 April 2019 mendatang. Debat pamungkas dalam rangkaian debat pilpres ini akan mengusung tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan, dan industri.

Salah satu isu yang diperkirakan akan menjadi perdebatan hangat pada debat nanti adalah masalah pertumbuhan ekonomi 5%. Lantas, bagaimana kedua kubu menanggapi pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5%. Capaian-capaian kinerja pemerintahan kabinet kerja diyakini akan menjadi senjata pamungkas petahana dalam debat sesi terakhir itu.

Sebut saja seperti pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga tingkat inflasi yang berhasil terjaga di level rendah hingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Arif Budimanta mengatakan, Jokowi akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Apalagi Jokowi-Amin terang dia menjadikan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama. "Jadi kami memang melihat Pak Jokowi ingin meningkatkan kualitas SDM kita dan menjadikan fokuskan utamanya melanjutkan pembangunan infrastruktur," terang Arif Budimanta.

Di sisi lain Isu-isu utang, kebocoran anggaran, dan rendahnya tax ratio sepertinya bakal menjadi serangan dari kubu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2 yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Seperti diketahui utang RI terus melonjak tinggi, kebocoran anggaran terus terjadi, serta rasio pajak Indonesia memang cukup rendah dibandingkan standar yang diterapkan IMF.

Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Januari 2019 tercatat USD383,3 miliar atau setara Rp5.471,60 triliun. ULN ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD190,2 miliar serta utang swasta termasuk BUMN sebesar USD193,1 miliar.

Isu lainnya menurut Senior Ekonomi Indef Fadhil Hasan menerangkan bahwa Paslon Jokowi-Amin diyakini akan menjadikan isu revolusi industri 4.0 sebagai salah satu pembahasan. Pasalnya isu perkembangan teknologi bakal menjadi senjata Jokowi untuk meningkatkan ekonomi Indonesia.

Terang dia salah satunya penggunaan sistem pembayaran elektronik yang cukup berhasil dan semakin mudah hingga munculnya perusahaan rakasa E-Commerce. "Kita harus menyambut revolusi itu, tapi di saat yang sama kita harus memastikan keberadaannya bermanfaat untuk perekonomian kita," ujar Senior Ekonomi Indef Fadhil Hasan.

Sementara itu pemerintah kabinet kerja juga masih memiliki banyak persoalan yang perlu dikritisi oleh pasangan capres dan cawapres nomor urut 02. Salah satunya adalah mengenai kegiatan impor.

"Fokus yang kami harapkan adalah stagnasi perdagangan pada impor untuk barang konsumsi. Ini menunjukan bahwa industri kita masih tergantung pada bahan baku impor karena lemahnya industri hulu domestik," ujar Ekonom Indef Nawir Messi.

Persoalan lainnya yang bakal dikritisi adalah pengentasan kemiskinan yang menurut Tim Ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Anthony Budiawan belum berjalan maksimal.

"Menurut kami sekarang pemerintah sulit untuk memberantas kesenjangan sosial ini, mengurangi ya. Karena kesenjangan sosial hanya bisa dikurangi kalau pemerintah mempunyai uang, pakah pemerintah punya uang," jelasnya.

Sedangkan dari kubu Paslon Jokowi-Amin akan menjanji program tiga kartu saktinya pada tahun 2020. Ketiga kartu sakti tersebut adalah KIP-Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja. Tentunya ini akan menjadi senjata andalan Joko Widodo dalam menjawab isu ekonomi. Lalu gagasan siapa yang bakal memenangkan publik, semuanya masih harus diuji malam nanti.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
TPD DKI Jakarta: Ganjar...
TPD DKI Jakarta: Ganjar Sukses Yakinkan Rakyat di Debat Perdana
5 Pahlawan Nasional...
5 Pahlawan Nasional Piawai Berdebat, paling Terkenal Bung Karno
Debat Cawapres Pemilu...
Debat Cawapres Pemilu 2024, Adu Gagasan Terkait Ekonomi Kerakyatan, Ekonomi Digital Hingga Infrastruktur
4 Fakta Menarik Debat...
4 Fakta Menarik Debat Calon Presiden Partai Republik AS yang Kelima
Presiden Tak Patut Komentari...
Presiden Tak Patut Komentari Debat Capres
YouTuber Berpeluang...
YouTuber Berpeluang Jadi Moderator Debat Capres-Cawapres 2024
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
7 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
7 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
7 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
7 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved