Efek Berantai Lonjakan Harga Tiket Pesawat ke Sektor Bisnis

Rabu, 24 April 2019 - 16:21 WIB
Efek Berantai Lonjakan...
Efek Berantai Lonjakan Harga Tiket Pesawat ke Sektor Bisnis
A A A
JAKARTA - Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memaparkan, lonjakan harga tiket pesawat tidak hanya berdampak terhadap sektor pariwisata tetapi juga menimbulkan efek berantai terhadap beberapa sektor. Wakil Ketua PHRI Maulana Yusran menyebutkan, tingginya harga tiket pesawat juga bisa menganggu sektor bisnis secara luas.

"Tiket itu bukan hanya masalah pariwisata. Negara kita negara kepulauan, transportasi udara dan laut penting untuk berpindah. Aktivitas berpindah itu macam-macam, ada business, pariwisata dan yang lainnya. Paling penting adalah pergerakan untuk bisnis, meskipun berbeda tipis dengan pariwisata," jelas Maulana di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya imbas mahalnya harga tiket pesawat sudah dirasakan daerah destinasi pariwisata sejak Januari 2019, lalu. "Yang berteriak masalah harga tiket dari maskapai sudah dari berbagai pihak, bahkan pemerintah daerah pun sudah. Hotel pun juga merasakan imbasnya 20-40% berdasarkan laporan di Februari 2019," ungkapnya.

Pulau Jawa menjadi sentral logistik maupun bisnis dan terang dia, tentunya berdampak pada kenaikan logistik. Imbasnya makin terasa sekarang, sebelumnya sudah ada pertemuan dengan pemerintah beberapa kali membahas masalah yang sama, terutama dengan Presiden Joko Widodo.

Pihak maskapai menyampaikan bahwa yang menjadi masalah adalah tingginya harga Aftur. Presiden sudah menginstruksikan untuk masalah aftur karena sangat mempengaruhi harga. Pemerintah sejauh ini sudah berusaha menghimbau terkait harga pesawat yang kian mencekik, namun seakan masih dihiraukan oleh maskapai.

Dari November 2018 sudah ada diskusi sampai tindakan realisasi di bulan Januari 2019. Dua grup maskapai, Garuda Indonesia dan Lion Air merupakan pemain utama penerbangan Indonesia. Maulana berpendapat, supaya bisnis tetap sehat, harus dibuka kompetisi luas. Jangan dibatasi dengan dua pemain dengan demikian konsumen akan diuntungkan. Masalah negara kepulauan sebenarnya dimudahkan dengan adanya transportasi udara.

"Ada adjustment untuk reprice, tetapi ketika adjustment sampai mencapai angka 200%, pasar pun terkejut ketika hanya ada dua grup utama yang bermain, sehingga bisa dilihat bahwa kompetisi menjadi kunci solusi untuk permasalahan ini," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPN Tiket Pesawat Dihapus...
PPN Tiket Pesawat Dihapus dan Harga BBM Subsidi Stabil
Tiket Pesawat Berpotensi...
Tiket Pesawat Berpotensi Naik Usai Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Izinkan Maskapai...
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Hingga 25 Persen
Rencana Penurunan Harga...
Rencana Penurunan Harga Tiket Pesawat Sebelum Natal
Tekan Harga Tiket, Presiden...
Tekan Harga Tiket, Presiden Jokowi Minta Jumlah Pesawat Ditambah
10 Cara Memesan Tiket...
10 Cara Memesan Tiket Pesawat Khusus Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
9 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
9 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
9 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
9 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
10 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
10 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved