PMA Turun, Sri Mulyani Bakal Pertajam Insentif dan Kemudahan Usaha

Selasa, 30 April 2019 - 18:15 WIB
PMA Turun, Sri Mulyani...
PMA Turun, Sri Mulyani Bakal Pertajam Insentif dan Kemudahan Usaha
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyakini, kondisi investasi nasional masih berada dalam jalur positif meskipun realisasi penanaman modal asing (PMA) mengalami penurunan pada awal tahun ini. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat hingga kuartal I/2019 kucuran dana asing mencapai sebesar Rp109,7 triliun atau lebih rendah 0,9% dari kuartal I 2018 mencapai Rp108,9 triliun.

Guna membuatnya menjadi lebih baik, Mantan Direktur Bank Dunia itu mengutarakan pemerintah akan terus mempertajam instrumen-instrumen untuk memberikan insentif dan kemudahan berusaha di Indonesia. Hal ini untuk semakin menarik investasi asing ke Tanah Air. "Tentunya ini bekerja sama dengan kementerian lain untuk bisa meningkatkan daya atraksi dan competitiveness dari investasi di Indonesia," ujar Sri Mulyani di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Sementara terkait dengan penyebab menyusutnya PMA, Ia menerangkan karena kondisi ekonomi global memang tengah mengalami tekanan sejak tahun lalu yang berimbas hingga saat ini. Terlihat dari sejumlah negara berkembang mengalami arus keluar modal asing (capital outflow) sepanjang 2018. "Meski demikian untuk PMA, investor juga akan melihat kondisi prospek dari regional, maupun di Indonesia," paparnya.

Dia menilai, prospek investasi di Indonesia masih akan lebih baik ke depannya. Hal ini didukung dengan kondisi makroekonomi yang terkendali, terlihat dari tren pertumbuhan ekonomi berada di atas 5%, ditambah juga inflasi yang terjaga pada kisaran level 3,5% meski ditengah kondisi gejolak ekonomi global. "Kondisi makroekonomi dari moneter maupun fiskal juga terjaga secara baik," paparnya.

Optimisme juga dilontarkan Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong bahwa nilai investasi akan meningkat di masa mendatang, karena didukung tekad kuat pemerintah dengan melanjutkan reformasi bidang ekonomi, pemanfaatan Online Single Submission (OSS) yang Iebih baik, serta intensifikasi pengawalan investasi oleh berbagai instansi pemerintah, baik di pusat dan daerah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Investasi Diprediksi...
Investasi Diprediksi Bakal Tumbuh hingga 4% di 2021
Modal Asing Berkontribusi...
Modal Asing Berkontribusi 46% dari Total Investasi, Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Soal Urusan Tanam Duit...
Soal Urusan 'Tanam Duit' di Indonesia, Singapura Belum Terkalahkan
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved