Sesi I: IHSG Jatuh 1,37%, Rupiah Melemah ke Rp14.279

Jum'at, 03 Mei 2019 - 12:45 WIB
Sesi I: IHSG Jatuh 1,37%,...
Sesi I: IHSG Jatuh 1,37%, Rupiah Melemah ke Rp14.279
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Jumat (3/5/2019) terpantau jatuh 87,57 poin atau 1,37% ke level 6.286,85. Awal perdagangan, IHSG dibuka turun 7,67 poin atau 0,12% ke level 6.366,75.

Seluruh indeks sektoral melemah, dengan tujuh diantaranya terkoreksi lebih dari 1%, dengan industri dasar memimpin pelemahan -3,39%. Dan dari 516 saham yang diperdagangkan, 332 tertekan, 93 tetap, dan hanya 91 yang menguat.

Nilai transaksi saham mencapai Rp4,47 triliun dari 6,55 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp339,80 miliar, dengan aksi jual asing Rp1,76 triliun melawan aksi beli asing Rp1,42 triliun.

Penurunan IHSG juga dipicu oleh kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Seperti saham-saham Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan H.M. Sampoerna Tbk (HMSP).

Senada dengan pasar saham tanah air, pasar uang juga memantau rupiah melemah pada jeda siang Jumat (3/5/2019). Indeks Bloomberg mencatat rupiah terdepresiasi 28 poin atau 0,20% ke level Rp14.279 per USD.

Awal dagang, rupiah dibuka tergerus 14 poin menjadi Rp14.265 per USD, setelah pada Kamis lalu ditutup menguat ke level Rp14.251 per USD.

Rupiah pun menjadi mata uang kedua terlemah di Asia pada siang ini, setelah won Korea Selatan -0,26%, peso Filipina -0,11%, ringgit Malaysia -0,10%, baht Thailand -0,08%, dan yuan China -0,01%.

Melansir dari CNBC, Jumat (3/5), dolar AS mengambil keuntungan jelang rilis data nonfarm payrolls bulan April pada Jumat waktu AS atau Sabtu waktu Indonesia. Data pekerjaan AS dan pertumbuhan upah bulan April diperkirakan solid sebagaimana pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I 2019.

Data pertumbuhan tenaga kerja dan tingkat pertumbuhan upah masih kuat. Pertumbuhan pendapatan rata-rata diperkirakan naik 0,1%. Sehingga indeks USD yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di 97,822, lebih tinggi dari sesi sebelumnya 97,6.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengintip Stabilitas...
Mengintip Stabilitas Kurs Rupiah dalam Sepekan hingga 16 Mei 2025
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
Rupiah Sentuh Rekor...
Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sejak Mei 2025, Sepekan Ambles 1,38%
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Dolar AS Keok, Rupiah...
Dolar AS Keok, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.335
Rupiah Masih Ambruk,...
Rupiah Masih Ambruk, Awal Mei 2026 Sentuh Rp17.394 per Dolar AS
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
6 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
6 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
6 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
7 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved