BI Jabar Gandeng Ulama untuk Menjaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Jum'at, 03 Mei 2019 - 15:11 WIB
BI Jabar Gandeng Ulama...
BI Jabar Gandeng Ulama untuk Menjaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan
A A A
BANDUNG - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mengumpulkan ratusan ulama se-Jabar, untuk ikut bekerjasama menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran 2019.

Kepala BI Jabar, Doni P. Joewono, mengatakan ulama memiliki posisi penting untuk ikut menjaga stabilitas harga sembako saat Ramadhan. Ulama bisa menyampaikan seruan kepada pedagang, petani, pengumpul, dan pengusaha lainnya untuk bersama-sama menjaga inflasi.

“Ulama bisa ikut menyerukan kepada semua umat Islam, bahwa sekarang saatnya kita beramal dan bersedekah. Bentuknya bisa melalui diskon. Karena kan, permintaan barangnya tinggi," kata Doni di Kantor BI Jabar, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/5/2019).

Dia mencontohkan, di beberapa negara, Ramadhan di jadikan umat untuk bersedekah. Para pedagang justru melakukan diskon harga saat Ramadhan. Bahkan, mereka menyediakan makanan di masjid secara gratis untuk menjamin kebutuhan buka dan sahur.

"Kami coba berbagai macam cara. Karena kalau ngomongin inflasi, kita lihat ketersediaan harga, pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi. Itu berpengaruh terhadap inflasi. Sekarang inflasi (di Jawa Barat) sudah 0,41%, kami berharap inflasi Ramadhan tidak lebih dari 0,5%. Karena kalau di atas itu, sudah kategori merah," beber dia.

Diakui Doni, beberapa hal yang perlu diantisipasi untuk menekan kenaikan harga (inflasi) yaitu ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Walaupun, untuk ketersediaan pasokan, beberapa kota seperti Bandung, telah menyatakan kesiapannya. Tinggal bagaimana distribusi tidak terganggu sehingga suplai ke konsumen mencukupi.

Sementara itu, Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei, mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk menahan diri. Yaitu mencegah dan menahan diri dari hal yang dilarang dan punya pengaruh jelek. Misalnya belanja dan makan secukupnya.

"Saya imbau masyarakat dalam menggunakan harta dan belanja harus terukur dan tidak mubazir," kata dia singkat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fasilitasi Saung Angklung...
Fasilitasi Saung Angklung Udjo, BI Dorong Industri Seni dan Pariwisata
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, Ini Kata Kepala BI
Ekonomi Jabar Anjlok,...
Ekonomi Jabar Anjlok, Ini Kata Kepala BI Jabar
Harga Sembako Naik,...
Harga Sembako Naik, Pemkot Cimahi Rancang Pasar Murah Jelang Ramadhan
Pulihkan Ekonomi Jawa...
Pulihkan Ekonomi Jawa Timur di Tengan Pandemi, Ini Strategi Bank Indonesia
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
3 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
34 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
54 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved