Reliance Industries Limited, Perusahaan Paling Menguntungkan

Selasa, 07 Mei 2019 - 12:32 WIB
Reliance Industries...
Reliance Industries Limited, Perusahaan Paling Menguntungkan
A A A
RELIANCE Industries Limited merupakan perusahaan holding konglomerat asal India. Bisnisnya yang beragam menjadikan korporasi yang bermarkas di Mumbai ini salah satu perusahaan paling menguntungkan di Negeri Barata.

Bisnis yang dijalankan oleh Reliance Industries Limited (RIL) sangat bervariasi mulai dari energi, petrokimia, tekstil, sumber daya alam, ritel, dan telekomunikasi. RIL juga merupakan salah satu perusahaan yang menjual sahamnya di bursa efek (publicly traded company) terbesar dari segi kapitalisasi pasar dan kedua terbesar dari segi pendapatan setelah perusahaan milik pemerintah Indian Oil Corporation. Pada Oktober 2007, RIL menjadi perusahaan pertama India dengan kapitalisasi pasar USD100 miliar.

Belum lama ini, tepatnya pada pertengahan Januari 2019 lalu, RIL mengumumkan perolehan laba bersih kuar tal III/2018 (Oktober-Desember) yang mencapai 102,51 miliar rupee India naik 8,8% dari periode yang sama 2017 yang sebesar 94.2 miliar rupee.

Laba terutama disumbang oleh pertumbuhan bisnis petrokimia dan pengilangan. Pencapaian ini menjadikan RIL sebagai perusahaan swasta India pertama yang mencatat laba 100 miliar rupee dalam satu kuartal.“Dalam upaya kami untuk secara konsisten menciptakan nilai lebih bagi ne gara dan para stakeholders, perusahaan kami telah menjadi perusahaan sektor swasta India pertama yang melewati tonggak pencapaian 10.000 miliar rupee dalam satu kuartal,” ujar Chairman RIL Mukesh Ambani, seperti dikutip Indiatimes.

Reputasi RIL juga melonjak tinggi di kancah global. RIL berada di urutan ke-148 di dalam daftar Fortune Global 500, sebuah daftar yang memuat perusahaan-perusahaan terbesar di dunia, setidaknya sampai tahun lalu.

RIL juga berada di urutan ke-8 dalam daftar Top 250 Global Energy Companies yang dirilis Platts pada 2016. RIL terus menjadi perusahaan eksportir paling besar di India. Total merchandise yang diekspor RIL mencapai 8% dari total ekspor India dengan nilai men capai 1, 477 triliun rupee. Mereka juga memiliki akses pasar di 108 negara di dunia.

RIL juga menyumbangkan 5% dari pendapatan negara India melalui bea cukai dan pajak. Seperti dilansir financialexpress.com, RIL menjadi perusahaan swasta dengan pajak pendapatan tertinggi di India. Perusahaan itu didirikan Dhirubhai Ambani dan Champaklal Damani pada 1960-an dengan nama Reliance Commer cial Corporation. Lima tahun kemu dian, kemitraan berakhir dan Dhirubhai menggarap bisnis poliester.

Pada 1965, Reliance Textiles Engineers Pvt Ltd mulai memiliki ba dan hukum dan membuka kantor di Maharashtra. Mereka mendirikan pa brik penggilingan kain sintetis di Naroda, Gujarat. Pada 8 Mei 1973, per usahaan itu berubah nama menjadi Reliance Industries Limited. Pada 1975, perusahaan melakukan ekspansi bisnis.

Pada akhir 1975, Reliance Textiles Engineers mengeluarkan brand Vimal yang nantinya menjadi brand ternama di India. Perusahaan itu baru mulai initial public offering (IPO) pada 1977. Dengan reputasi yang baik dan prospek yang cerah, banyak investor yang menanamkan modal di Reliance Textiles Engineers hingga membludak. Perusahaan Sidhpur Mills meleburkan diri dengan Reliance Textiles Engineers.

Pada 1980, perusahaan itu melakukan perluasan bisnis benang poliester dengan membangun Polyester Filament Yarn Plant di Patalganga, Raigad, Maharashtra dengan kolaborasi keuangan dan teknis bersama EIdu Pont de Nemours & Co. Pada 1985, nama perusahaan diganti dari Reliance Textiles Industries Ltd menjadi Reliance Industries Ltd. Selama 1985 sampai 1992, perusahaan itu melakukan ekspansi kapasitas produksi benang poliester menjadi 145.000 ton per tahun. Hazira Petrochemical Plant juga mulai dibangun kembali pada 1991-1992. Pada 1993, Reliance Textiles Industries mulai mencari suntikan dana di pasar permodalan internasional melalui global depositary Reliance Petroleum.

Pada 1996, perusahaan itu menjadi perusahaan swasta pertama India yang mendapatkan rating dari Credit Rating Agencies, seperti S&P dengan nilai BB+, stabil, dan sangat kuat. Moody juga memberikan rating positif terhadap Reliance Textiles Industries dengan nilai bagus.

Pada 1995/1996, perusahaan itu memasuki industri telekomunikasi melalui joint venture dengan NYNEX asal Amerika Serikat (AS). Saat itu pula mereka mulai gencar mempromosikan Reliance Telecom Private Limited di India. Pada 1998/1999, RIL memperkenalkan paket LPG dengan silinder 15 kilogram di bawah brand Reliance Gas.

Pada saat bersamaan, kompleks petrokimia terintegrasi yang menjadi kilang terbesar di dunia juga mulai dibangun di Gujarat. Pada 2001, Reliance Industries Ltd dan Reliance Petroleum Ltd menjadi dua perusahaan besar. Setahun kemudian, Reliance mengumumkan penemuan sumber gas melimpah di Krishna Godavari setelah melakukan pencarian selama hampir tiga dekade.

Situs itu menjadi salah satu situs terbesar di dunia. Volume gas alam di dalamnya diperkirakan mencapai 7 triliun kaki kubik, setara dengan 1,2 miliar barel minyak mentah. RIL lalu membeli saham Indian Petrochemicals Corporation Ltd (IPCL), perusahaan petrokimia terbesar kedua di India, dari pemerintah India. IPCL kemudian merger dengan RIL pada 2008.

Sebelumnya, RIL telah melakukan organisasi ulang investasinya di bidang layanan distribusi daya, keuangan, dan telekomunikasi. Pada 2006, RIL memasuki pasar ritel India dengan meluncurkan toko Reliance Fresh. Pada akhir 2008, 600 toko Reliance Fresh di 57 kota ditutup. Pada November 2009, Reliance Industries mengungkapkan pembagian bonus 1:1 kepada pemegang saham. Pada 2010, mereka mengakuisisi Infotel Broadband Services Limited. Pada tahun yang sama, Reliance dan BP menekan kemitraan dalam bisnis minyak dan gas.

Sesuai kontrak, BP memperoleh saham 30% dalam 23 produksi minyak dan gas yang dibuka Reliance di India, termasuk blok KGD6. Reliance juga membentuk usaha patungan 50:50 dengan BP untuk sourcing dan marketing gas. (Muh Shamil)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
27 menit yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
4 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
5 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved