Indef Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

Kamis, 09 Mei 2019 - 04:17 WIB
Indef Minta Pemerintah...
Indef Minta Pemerintah Kendalikan Inflasi Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2019 hanya mencapai 5,07%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2018 sebesar 5,18%. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai penurunan ini disebabkan melemahnya daya beli masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal I ini menunjukkan adanya urgensi untuk menjaga daya beli masyarakat sebagai salah satu tantangan di tingkat domestik," ungkap Tauhid Ahmad, direktur eksekutif Indef di Jakarta pada Rabu (8/5/2019).

Menurut Tauhid, seiring perlambatan ekspor dan investasi, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini semakin bertumpu pada sektor konsumsi rumah tangga, dimana pada kuartal I, porsi konsumsi rumah tangga memberi andil 56,82%.

Dan lanjut Tauhid, agar laju konsumsi rumah tangga tetap stabil, diperlukan upaya pengendalian inflasi secara maksimal oleh pemerintah.

Indef pun mengingatkan pemerintah soal tanda-tanda lonjakan harga yang sudah dimulai sejak bulan April, seiring momentum puasa dan jelang Lebaran. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah, tarif kontrak rumah, tarif angkatan udara, telur ayam ras, tomat sayur, melon, tomat buah, cabai rawit, rokok kretek filter, tarif sewa rumah, dan mobil.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain beras, tarif listrik, daging ayam ras, dan ikan segar.

"Hal ini mengakibatkan tren tertinggi inflasi bulan April 2019 diduduki oleh bahan makanan," ujar Esther Sri Astuti, direktur program Indef menambahkan.

Menurut Esther, pemerintah perlu melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi yang konkret agar daya beli masyarakat dapat stabil. Sehingga konsumsi rumah tangga tidak mengalami stagnasi.

Indef mencatat bahwa penting pula untuk mendorong daya beli kelas menengah yang berjumlah 70% dari penduduk Indonesia, demi menggerakkan konsumsi maupun investasi.

"Jika tidak ada upaya ekstra, maka pertumbuhan akan relatif tertahan pada kuartal II 2019. Sehingga akan makin sulit memenuhi target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,3% pada tahun 2019," tutup Tauhid.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi Terus Berlajut,...
Inflasi Terus Berlajut, Diharap Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi RI Diproyeksi...
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen di 2025, Begini Catatan Indef
Mengelola Daya Beli...
Mengelola Daya Beli dalam Pusaran Inflasi
Menilik Kekhawatiran...
Menilik Kekhawatiran di Balik Angka Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Lonjakan Inflasi Mengancam...
Lonjakan Inflasi Mengancam Ekonomi RI, THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli
Inflasi Oktober Sedikit...
Inflasi Oktober Sedikit Banyak Menunjukkan Permintaan Mulai Membaik
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
4 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
5 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
5 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
5 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
6 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah dan DPR Sepakat...
Pemerintah dan DPR Sepakat Menghapus Daya Listrik 450 VA
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved