Tingkatkan Pertanian, Kementan Kirim Petani Muda Belajar ke Jepang

Minggu, 12 Mei 2019 - 21:32 WIB
Tingkatkan Pertanian,...
Tingkatkan Pertanian, Kementan Kirim Petani Muda Belajar ke Jepang
A A A
JAKARTA - Pertemuan Menteri Pertanian negara-negara anggota G20 (Agriculture Minister Meeting) di Niigata, Jepang, pada 10-12 Mei dimanfaatkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menerapkan kesuksesan pembangunan pertanian Negeri Sakura di Indonesia.

Untuk itu, Amran bertandang ke lahan persawahan di 1475, Hirabara-Shi, Niigata-Ken untuk mendapatkan finding fact budidaya padi di Jepang. Selain kesuksesan pembangunan pertanian, petani di Jepang dikenal memiliki tingkat kesejahteraan memadai.

Untuk menimba best practices yang diterapkan petani Jepang, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian mengirim para petani muda untuk magang di pertanian Jepang.

Dalam kunjungan ini, Mentan Amran berdialog dengan petani Jepang bernama Masato Shuto yang menjadi mentor bagi Ahmad Sri Maulana, pemuda tani asal Desa Kalibuntu, Cirebon, Jawa Barat yang mewakili P4S Ikamaja Garut.

Hasil bincang-bincang, petani Jepang mengungkapkan dukungan fasilitas dari negara yang sangat memadai dalam melakukan usaha taninya. Fasilitas yang menonjol diantaranya tersedianya sarana input produksi yang memadai dan diserapnya hasil produksi oleh Japan Agriculture, Koperasi Pertanian Jepang (JA).

"Kami sudah full mekanisasi, Daijin (Menteri). Mulai tanam sampai panen. Kami kesulitan tenaga kerja. Maka dari itu kami menggunakan petani muda asal Indonesia. Maulana tinggal bersama kami. Sudah saya anggap keluarga. Dia bersemangat kerja," jelas Shuto kepada Mentan Amran.

Japan Agriculture memberi bantuan pembiayaan tanpa bunga untuk pembelian pupuk dan pestisida setara Rp13 juta per hektar (Rp8 juta untuk pupuk dan Rp5 juta untuk pestisida). Untuk benih padi Japonica, petani menyediakan secara mandiri.

"Satu hektar berapa biayanya dan juga berapa kilo hasilnya? Dijual ke mana dan berapa harganya?" tanya Amran penasaran, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

"Produktivitas padi di sini rata-rata 4,3 ton gabah kering giling (GKG) per hektar dengan harga setara Rp30.000 per kilogram, yang semuanya ditampung oleh Japan Agriculture. Kami hanya simpan sedikit untuk kebutuhan konsumsi," jawab Shuto.

Dengan begitu rata-rata petani padi Jepang mendapatkan penghasilan setara Rp130 juta per musim tanam. Pertanaman padi di Jepang hanya 1 kali, selebihnya digunakan untuk usaha tani hortikultura.

Bercermin pada petani Jepang, petani padi Indonesia semustinya bisa sesejahtera petani Jepang mengingat produktivitas petani padi Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan petani Jepang. Indonesia produksi 5,2 ton GKG per hektar dibanding Jepang sebanyak 4,3 ton GKG per hektar.

Faktor utama penentu tingginya pendapatan petani padi Jepang adalah harga gabahnya Rp30.000 GKG per kg dibandingkan di Indonesia sebesar Rp4.600 GKG per kg. Semoga finding facts yang didapat dari petani Jepang ini akan memperbaiki kesejahteraan petani Indonesia hari-hari mendatang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Riwayat Pendidikan Mentan...
Riwayat Pendidikan Mentan Amran Sulaiman Pencetus Program Petani Milenial 2024
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Mentan Amran: Kalau...
Mentan Amran: Kalau Mau Jadi Konglomerat Masuk Pertanian
Sulap 10 Juta Hektare...
Sulap 10 Juta Hektare Rawa Jadi Lahan Pertanian, Indonesia Mau Pakai Teknologi Thailand
Riwayat Pendidikan dan...
Riwayat Pendidikan dan Arti Gelar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang Baru
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
3 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved