Indef: Risiko Politik Bisa Membuat Investor Kabur
Rabu, 22 Mei 2019 - 14:16 WIB
Indef: Risiko Politik Bisa Membuat Investor Kabur
A
A
A
JAKARTA - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudisthira, menilai aksi massa yang memprotes hasil rekapitulasi Pilpres dari Komisi Pemilihan Umum bisa meningkatkan risiko politik di Indonesia. Dan ini membuat persepsi investor menurun terhadap iklim investasi di Indonesia.
Hal ini terlihat dari Indikator jangka pendek, dimana kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan dan IHSG yang terkoreksi sejak sesi pembukaan hingga siang ini.
"Dan adanya gejolak politik yang memanas paska Pilpres juga berpengaruh terhadap outlook ekonomi sepanjang 2019. Investor khususnya asing akan melakukan posisi hold atau menahan realisasi investasi langsung," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (22/5/209).
Kata dia, foreign direct investment atau investasi langsung luar negeri diperkirakan masih akan menurun tahun ini, setelah di kuartal I 2019 hampir minus 1%. Imbas dari rendahnya investasi membuat pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dibawah 5%.
"Ini kondisi yang harus diwaspadai. Padahal investasi dan ekspor adalah motor penggerak utama yang diharapkan selain konsumsi rumah tangga," jelasnya.
Hal ini terlihat dari Indikator jangka pendek, dimana kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan dan IHSG yang terkoreksi sejak sesi pembukaan hingga siang ini.
"Dan adanya gejolak politik yang memanas paska Pilpres juga berpengaruh terhadap outlook ekonomi sepanjang 2019. Investor khususnya asing akan melakukan posisi hold atau menahan realisasi investasi langsung," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (22/5/209).
Kata dia, foreign direct investment atau investasi langsung luar negeri diperkirakan masih akan menurun tahun ini, setelah di kuartal I 2019 hampir minus 1%. Imbas dari rendahnya investasi membuat pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dibawah 5%.
"Ini kondisi yang harus diwaspadai. Padahal investasi dan ekspor adalah motor penggerak utama yang diharapkan selain konsumsi rumah tangga," jelasnya.
(ven)
Lihat Juga :