Potensi Besar Dana Murah, BNI Syariah Pacu Literasi PMI di Hongkong

Senin, 27 Mei 2019 - 15:21 WIB
Potensi Besar Dana Murah,...
Potensi Besar Dana Murah, BNI Syariah Pacu Literasi PMI di Hongkong
A A A
JAKARTA - BNI Syariah berusaha meningkatkan literasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong. Hal ini dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah dengan tema Hijrah di Ramadhan Hasanah.

Hongkong dipilih sebagai salah satu perluasan bisnis BNI Syariah dengan pertimbangan Hongkong merupakan negara dengan penempatan pekerja migran terbesar ketiga setelah Malaysia dan Timur Tengah. Sekitar 300 PMI di Hongkong turut berpartisipasi dalam kegiatan edukasi yang bertujuan memberikan pemahaman tentang perbankan syariah dan mengajak untuk berhijrah menggunakan produk syariah.

Selain itu, dalam acara Hijrah di Ramadhan Hasanah ini juga dibahas mengenai bagaimana mengelola keuangan dengan baik, sehingga diharapkan pendapatan yang diterima para migran dapat dikelola secara efisien dan tepat guna.

BNI Syariah memfasilitasi para migran dengan cara bekerjasama dengan BNI Remittance Ltd (BRL) untuk melayani transaksi pembukaan rekening, pengiriman uang dengan bisnis remittance, serta transaksi finansial melalui mobile banking dan ATM yang tersedia di 4 (empat) lokasi pelayanan remitansi di Hongkong yaitu Keswick, Yuen Long, Tsuen Wan, dan Hung Hom.

Menurut Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah Bambang Sutrisno kegiatan literasi pekerja migran Hongkong ini penting karena bisnis dana murah dari pekerja migran di Hongkong memiliki potensi yang besar. “Sampai Maret 2019, jumlah nasabah BNI Syariah yang berasal dari pekerja migran Hongkong mencapai 15,5 ribu orang dengan jumlah dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 161,2 miliar,” kata Bambang di Jakarta, Senin (27/5/2019)

Pekerja migran tersebut sudah menjadi nasabah BNI Syariah sejak tahun 2009 melalui layanan BRL. Bambang berharap, kedepan BNI Syariah bisa lebih optimal bersinergi dengan BNI agar dapat mempermudah para migran untuk bertransaksi dengan cepat, efisien dan prudent sesuai syariah.

Menurut Bambang, saat ini pekerja migran di Hongkong sudah lebih dari 160 ribu orang, dan yang memiliki rekening BNI syariah sebanyak 15.500, secara presentasi 9,5%, dan potensi masih cukup besar. Untuk meningkatkan DPK dari pekerja migran Hongkong, BNI Syariah sedang mengembangkan sistem pembukaan rekening online sehingga nantinya pekerja migran bisa lebih mudah untuk membuka rekening syariah.

Pemimpin BNI Hongkong, Wan Andi mengatakan BNI akan terus meningkatkan infrastruktur perbankan dan edukasi untuk meningkatkan jumlah nasabah di Hongkong. “Marketshare transaksi remittance BNI saat ini sekitar 47 ribu per bulan, yang disalurkan melalui beberapa channel seperti 7 ribu BNI Remittance Ltd outlet, 20 ribu counterpart outlet dan 20 ribu ATM BNI,” kata Wan Adi.

Sebagai informasi, kunci dari bisnis remittance adalah outlet/channel, kedepan arah perkembangan bisnis remittance adalah menambah jumlah outlet melalui kerjasama dengan counterpart lokal dan mengembangkan channel mobile remittance sebagai alternatif transaksi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Transaksi Volume BNI...
Transaksi Volume BNI iB Hasanah Card Capai Rp895,2 Miliar
BNI Syariah Salurkan...
BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Wakaf Pertama dengan Agunan Imbal Hasil CWLS
Satu Dekade Berhasanah,...
Satu Dekade Berhasanah, BNI Syariah Berikan Promo Menarik untuk Nasabah
Tiga Bank Syariah Milik...
Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Satukan Kekuatan
Dana Haji di BNI Syariah...
Dana Haji di BNI Syariah Sudah Ada Rp3,4 Triliun
Berita Terkini
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
13 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
33 menit yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
45 menit yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
51 menit yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
2 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved