Pantau Investasi Swasta, BI Belum Bisa Perkirakan Ekonomi Kuartal II
Kamis, 06 Juni 2019 - 20:13 WIB
Pantau Investasi Swasta, BI Belum Bisa Perkirakan Ekonomi Kuartal II
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, belum bisa memperkirakan seperti apa perekonomian Indonesia secara keseluruhan pada kuartal II nanti, meskipun kontribusi pertumbuhan ekonomi dari konsumsi rumah tangga akan meningkat. Alasannya terang dia, beberapa indikator penyumbang pertumbuhan masih harus dipantau.
"Kami masih pantau investasi swasta. Dari angka impor sebenarnya menurun, tapi kredit modal kerja masih naik. Jadi kami masih menghitung hal itu," ujar Perry di Kompleks Gedung BI, Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Perry sempat mengatakan bahwa kemungkinan kinerja ekspor Indonesia akan melambat sepanjang tahun ini. Hal Potensi itu muncul karena beberapa lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat.
Salah satunya karena ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali muncul. Selain itu, ada pergerakan harga komoditas di pasar dagang internasional. Meski begitu, Perry tetap optimis ekonomi kuartal II bisa sesuai target ditunjang oleh momentum Ramadan hingga Lebaran.
"Biasanya memang konsumsi akan meningkat dilihat dari sejumlah survei dan indikatordi sejumlah pasar khususnya perdagangan, restoran, dua itu naik dan konsumsi rumah, itu biasanya naik," jelasnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai sebesar 5,07%. Raihan ini masih lebih baik dibandingkan triwulan pertama pada 2018 yakni sebesar 5,06% sedangkan pada tahun 2017 sebesar 5,01%.
"Kami masih pantau investasi swasta. Dari angka impor sebenarnya menurun, tapi kredit modal kerja masih naik. Jadi kami masih menghitung hal itu," ujar Perry di Kompleks Gedung BI, Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Perry sempat mengatakan bahwa kemungkinan kinerja ekspor Indonesia akan melambat sepanjang tahun ini. Hal Potensi itu muncul karena beberapa lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat.
Salah satunya karena ketegangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali muncul. Selain itu, ada pergerakan harga komoditas di pasar dagang internasional. Meski begitu, Perry tetap optimis ekonomi kuartal II bisa sesuai target ditunjang oleh momentum Ramadan hingga Lebaran.
"Biasanya memang konsumsi akan meningkat dilihat dari sejumlah survei dan indikatordi sejumlah pasar khususnya perdagangan, restoran, dua itu naik dan konsumsi rumah, itu biasanya naik," jelasnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai sebesar 5,07%. Raihan ini masih lebih baik dibandingkan triwulan pertama pada 2018 yakni sebesar 5,06% sedangkan pada tahun 2017 sebesar 5,01%.
(akr)
Lihat Juga :