Investor Wait and See, Bank Dunia Peringatkan Rupiah Bisa Tertekan

Senin, 01 Juli 2019 - 14:04 WIB
Investor Wait and See,...
Investor Wait and See, Bank Dunia Peringatkan Rupiah Bisa Tertekan
A A A
JAKARTA - Bank Dunia memprediksi mata uang Indonesia yakni rupiah masih berpotensi melemah, lantaran ketidakpastian faktor eksternal di tahun 2019. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander menerangkan, rupiah masih di bayangi tekanan ketika investor masih wait and see untuk negara berkembang.

"Saat ini saja masih wait and see melihat pekermbangan ekonomi negara berkembang," ujar Frederico Gill Sander di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Lebih lanjut dia membeberkan beberapa faktor yang masih akan membuat rupiah melemah. Salah satunya hasil obligasi yang berdenominasi melebar serta adanya investasi yang melambat pada kuartal I. Pasalnya realisasi investasi pada kuartal I/2019 mencapai Rp195,1 triliun atau tumbuh 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun target investasi sepanjang tahun ini sebesar Rp792 triliun. "Arus keluar portofolio menyebabkan Rupiah terdepresiasi dan imbal hasil obligasi berdenominasi 10-tahun melebar. Lalu investasi melambat karena persediaan menurun dan mengurangi pertumbuhan investasi karena keterlambatan proyek-proyek publik baru dalam menanggapi kekhawatiran transaksi berjalan, membuat rupiah tertekan dalam beberapa waktu lalu," jelasnya.

Sementara itu, Bank Dunia memproyeksikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) menyempit menjadi 2,8% dari PDB di 2018. Tetapi, nantinya kembali ke 2,5% PDB di 2020. Sedangkan inflasi 2019 diprediksi World Bank sebesar 3,0%, lebih rendah ketimbang konsensus sebelumnya di level 3,5% dan inflasi 2018 yang sebesar 3,2%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.597 per Dolar AS Sore Ini
Rupiah Sepanjang Agustus...
Rupiah Sepanjang Agustus Loyo 1,65% Disebut Bos BI Masih Undervalue
ANGIN SEGAR! BI Prediksi...
ANGIN SEGAR! BI Prediksi Nilai Rupiah Akan Kembali Menguat Pada Juli 2026
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Bertengger di...
Rupiah Bertengger di Rp14.187/USD, Bos BI: Masih Undervalue
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved